HOME  ⁄  Nasional

Dubes Kuwait Berharap I-GCC FTA Ditandatangani Akhir 2026 untuk Perkuat Perdagangan dan Investasi dengan Indonesia

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Dubes Kuwait Berharap I-GCC FTA Ditandatangani Akhir 2026 untuk Perkuat Perdagangan dan Investasi dengan Indonesia
Foto: Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Al-Yassin bersama Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar usai pertemuan di ANTARA Heritage Center di Jakarta, Selasa 7/7/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Pantau - Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Khalid Jassim Al-Yassin, berharap Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dengan Dewan Kerja Sama Teluk (Indonesia-Gulf Cooperation Council Free Trade Agreement atau I-GCC FTA) dapat ditandatangani pada akhir tahun 2026 guna meningkatkan volume perdagangan dan memperluas kerja sama bilateral.

Harapan tersebut disampaikan Dubes Khalid saat mengunjungi ANTARA Heritage Center di Pasar Baru, Jakarta.

Ia mengungkapkan, "Terkait FTA yang sedang dibahas antara Indonesia dan GCC, sejauh ini negosiasi berjalan dengan lancar dan harapannya FTA tersebut dapat ditandatangani pada akhir tahun 2026 ini."

Menurut Dubes Khalid, perjanjian perdagangan bebas tersebut akan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan Kuwait serta negara-negara Teluk Persia lainnya.

Peluang Kerja Sama di Berbagai Sektor

Dubes Khalid menilai terdapat potensi besar kerja sama bilateral di bidang energi.

Ia juga melihat peluang kolaborasi di bidang keamanan.

Potensi kerja sama turut mencakup sektor transportasi.

Selain itu, peluang kerja sama juga terbuka dalam pengadaan bahan baku.

Ia mengatakan, "Selain itu, kami berharap dapat meningkatkan kerja sama di bidang investasi, penerbangan, teknologi informasi, pendidikan, dan pertukaran budaya. Jadi, bidang kerja sama antara Kuwait dan Indonesia sangat luas."

Perdagangan Menjadi Sektor Strategis

Dubes Khalid menjelaskan bahwa kerja sama perdagangan internasional merupakan salah satu sektor yang sangat penting bagi Kuwait.

Ia menyebut kondisi wilayah Kuwait yang tandus menyebabkan sektor pertanian tidak berkembang sebaik di sejumlah negara tetangganya.

Karena itu, Kuwait mengimpor bahan makanan dari berbagai negara untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

Di sisi lain, minyak menjadi komoditas ekspor unggulan Kuwait.

Ia mengungkapkan, “Sebagian besar minyak kami diekspor ke pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan ke negara-negara Asia lainnya, seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan India.”

Penulis :
Shila Glorya