HOME  ⁄  Nasional

Menteri LH Pastikan PSEL Dikembangkan Secara Nasional, Delapan Proyek Baru Segera Diluncurkan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Menteri LH Pastikan PSEL Dikembangkan Secara Nasional, Delapan Proyek Baru Segera Diluncurkan
Foto: Menteri LH Moh Jumhur Hidayat bahas kelanjutan teknologi PSEL setelah mulai dibangun di Bali, Denpasar, Rabu 8/7/2026 (sumber: ANTARA/Rita Laura)

Pantau - Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat memastikan pembangunan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tidak akan berhenti di Bali, tetapi akan dilanjutkan ke berbagai daerah di Indonesia untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah.

Kepastian tersebut disampaikan Jumhur dalam acara Groundbreaking PSEL Bali di Denpasar, Rabu, 8 Juli 2026.

Ia mengungkapkan, "PSEL ini yang didata kami kira-kira ke depannya ada 34 aglomerasi, mencakup 60–70 kabupaten/kota se-Indonesia."

PSEL Bali Ditargetkan Beroperasi pada 2028

Di Bali, fasilitas PSEL akan menangani persoalan sampah di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

PSEL Bali ditargetkan rampung pada akhir 2027.

Operasional fasilitas tersebut dijadwalkan dimulai pada semester pertama 2028.

Kapasitas pengolahan PSEL Bali mencapai 1.500 ton sampah per hari.

Jumhur menjelaskan bahwa pengolahan sampah di daerah lain tidak selalu diwujudkan dalam bentuk pembangkit listrik.

Pemerintah akan mengembangkan berbagai teknologi pemanfaatan sampah yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.

Ia mengungkapkan, "Beberapa tempat mungkin tidak diartikan sebagai listrik, bisa jadi bahan bakar untuk energi, RDF, pelletizing, yang mungkin lebih tinggi dari batu bara, dan itu bisa banyak, bisa kita kolaborasi dengan dana daerah, dan siapa pun yang berminat yang dimaksud dengan ekonomi sirkular ini."

Penyelesaian Sampah Menjadi Prioritas Utama

Jumhur menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan fasilitas pengolahan sampah adalah menyelesaikan persoalan sampah, sedangkan nilai ekonomi dari hasil pengolahannya hanya menjadi bonus.

Ia mengatakan, "Untuk daerah-daerah tertentu dia tidak ada bonusnya pun tidak apa-apa, keluar uang pun tidak apa-apa, karena tujuannya sampah itu selesai, habis, jadi untuk tempat-tempat kecil, pulau-pulau kecil itu tidak akan ada bonusnya tapi selesai."

Selain 34 aglomerasi yang telah direncanakan, masih terdapat sekitar 480 kabupaten/kota lain yang membutuhkan teknologi pengolahan sampah.

Jumhur memperkirakan jumlah PSEL yang akan dibangun secara nasional tidak akan mencapai 1.000 unit.

Ia mengungkapkan, "Jumlahnya mungkin tidak sampai 1.000 (PSEL) karena itu pasti menjadi beban atau menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, bupati, dan juga secara nasional tentunya Kementerian LH, jadi saya ucapkan terima kasih, minimal membantu kami dalam urusan sampah di 70–80 kota di Indonesia."

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan bahwa setelah pembangunan PSEL Bali dimulai, delapan proyek PSEL lainnya akan segera diluncurkan.

Rosan menegaskan seluruh proyek PSEL dikerjakan secara hati-hati dengan teknologi yang telah terjamin agar mampu membantu menyelesaikan persoalan sampah di Indonesia.

Ia mengungkapkan, “Bukan semata-mata ini adalah menghasilkan tenaga listrik, betul adalah bonus, kalau kita lihat ini memerangi atau mengurangi dengan sangat signifikan dari potensi lingkungan hidup, kesehatan, keselamatan, dan juga tata kelola yang baik dan benar.”

Penulis :
Leon Weldrick