
Pantau - Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya menyoroti peluang wisata olahraga atau sport tourism sebagai salah satu sektor yang dapat mempercepat pertumbuhan pariwisata nasional karena menjadi segmen dengan laju pertumbuhan tercepat di dunia.
Nia mengatakan segmen wisata olahraga menyumbang 10 persen dari total pengeluaran wisatawan global dan diproyeksikan tumbuh hingga 17,5 persen per tahun pada 2030 berdasarkan data UN Tourism (UNWTO).
Ia mengungkapkan, "Pertumbuhan ini didorong oleh kecenderungan wisatawan yang mencari pengalaman berkesan dan menyehatkan, bukan hanya sebagai hiburan."
Dukungan Pemerintah Perkuat Pengembangan Wisata Olahraga
Menurut Nia, penyelenggaraan event wisata olahraga terbukti efektif dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.
Kementerian Pariwisata secara konsisten mendukung pengembangan sport tourism melalui penguatan destinasi dan atraksi olahraga, peningkatan kapasitas pelaku industri pariwisata, promosi terintegrasi melalui kampanye nasional, serta fasilitasi penyelenggaraan event olahraga yang berpotensi mendatangkan wisatawan.
Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga juga telah menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding atau MoU) sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengembangan wisata olahraga Indonesia.
Ruang lingkup MoU tersebut meliputi pemetaan potensi event olahraga, standardisasi penyelenggaraan event, pengembangan sport venue yang ramah wisatawan, serta promosi bersama untuk event berskala nasional maupun internasional.
Aktivitas Pendukung Dinilai Memiliki Kontribusi Lebih Besar
Meski memiliki prospek besar, dampak ekonomi penyelenggaraan event wisata olahraga saat ini masih relatif lebih kecil dibandingkan aktivitas pendukungnya, seperti wisata kebugaran, wisata petualangan, dan wisata pengalaman.
Berdasarkan laporan International Visitor Arrivals by Tourism Activities Undertaken While in Indonesia (percent) tahun 2024, kontribusi wisata olahraga terhadap kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 9,74 persen.
Pada laporan yang sama, aktivitas kebugaran sebagai bagian dari wisata kesehatan berkontribusi sebesar 13,35 persen.
Wisata petualangan memberikan kontribusi terbesar dengan capaian 41,45 persen.
Sementara itu, wisata pengalaman atau integrated area tourism berkontribusi sebesar 10,9 persen.
Kementerian Pariwisata terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyelenggarakan event berkualitas yang menjadi ciri khas Indonesia dan diharapkan mampu mengangkat nama Indonesia di tingkat global melalui berbagai tema, termasuk wisata olahraga.
Event yang dinilai menarik akan dimasukkan ke dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) yang menerapkan proses kurasi secara ketat setiap tahun.
Kementerian Pariwisata juga mendorong pemerintah daerah mengembangkan pariwisata olahraga yang didukung aktivitas kebugaran, aktivitas petualangan, dan aktivitas pengalaman sebagai unsur pendukung utama.
Pengembangan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan berkualitas yang memiliki lama tinggal lebih panjang, pengeluaran lebih besar, serta kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan pariwisata berkelanjutan.
- Penulis :
- Leon Weldrick





