HOME  ⁄  Nasional

Megawati Menegaskan Indonesia dan Timor Leste Telah Menemukan Jalan Peradaban Baru Melalui Rekonsiliasi

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Megawati Menegaskan Indonesia dan Timor Leste Telah Menemukan Jalan Peradaban Baru Melalui Rekonsiliasi
Foto: Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan Kuliah Kepresidenan (Presidential Lecture) bertajuk "Dua Negara Merangkai Cita-Cita Bersama" di Dili, Timor Leste, Kamis 9/7/2026 (sumber: PDIP)

Pantau - Presiden Ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyatakan hubungan Indonesia dan Timor Leste telah melampaui konflik masa lalu dan menemukan jalan peradaban baru yang kokoh dalam Kuliah Kepresidenan bertajuk "Dua Negara Merangkai Cita-Cita Bersama" di Dili, Timor Leste, Kamis (9/7/2026).

Megawati menegaskan hubungan kedua negara dibangun dengan prinsip "mengingat tanpa mendendam dan memaafkan tanpa melupakan".

Kuliah kepresidenan tersebut dihadiri Presiden Timor Leste José Ramos-Horta, Perdana Menteri Xanana Gusmão, serta para pejabat tinggi Timor Leste.

Megawati menyampaikan bahwa luka sejarah antara Indonesia dan Timor Leste telah berubah menjadi ikatan persaudaraan yang kuat.

Menurutnya, hubungan erat kedua negara ditopang oleh keberanian moral untuk hidup berdampingan sebagai negara bertetangga yang setara.

Megawati Mengenang Momen Restorasi Kemerdekaan Timor Leste

Megawati mengenang kehadirannya pada upacara restorasi kemerdekaan Timor Leste yang berlangsung tepat tengah malam 20 Mei 2002 di Padang Tasitolu, Dili, saat dirinya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Ia mengaku mengalami pergolakan batin ketika menyaksikan bendera Merah Putih diturunkan.

Megawati menjelaskan bahwa bendera Merah Putih memiliki makna emosional yang sangat mendalam karena pertama kali dijahit oleh ibundanya, Fatmawati.

Ia mengungkapkan bahwa pada saat itu banyak pihak mempertanyakan keputusannya menghadiri upacara tersebut.

Sebagian pihak menganggap malam itu sebagai malam perpisahan antara Indonesia dan Timor Leste.

Setelah menyimpan jawabannya selama 24 tahun, Megawati akhirnya menyampaikan pandangannya mengenai peristiwa tersebut.

"Selama 24 tahun saya menyimpan rapat jawaban itu. Peristiwa itu bukanlah tragedi perpisahan. Malam itu menjadi saksi lahirnya Timor Leste sebagai saudara Indonesia. Itulah makna rekonsiliasi sejati," ungkap Megawati.

Soroti Perempuan, Artificial Intelligence, dan Kerja Sama Strategis

Megawati menyampaikan kuliah kepresidenannya berlangsung dinamis dengan berbagai penekanan spontan yang membahas sejumlah isu penting mengenai masa depan Indonesia dan Timor Leste.

Ia memberikan motivasi kepada perempuan Timor Leste agar berani memasuki ruang pengambilan keputusan.

Megawati menegaskan bahwa konstitusi menjamin kesetaraan hak di hadapan hukum bagi perempuan.

"Tuhan memberikan kekuatan biologis dan mental yang luar biasa kepada perempuan. Perempuan tidak hanya melahirkan anak manusia, tetapi juga melahirkan dan membesarkan bangsa," ujarnya.

Megawati juga mengingatkan Timor Leste agar mulai menyusun undang-undang yang ketat mengenai penyalahgunaan artificial intelligence (AI).

Ia menceritakan pengalaman saat menyampaikan kuliah di Rusia yang berkaitan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Megawati juga mengisahkan pengalaman pribadinya di Indonesia yang menjadi korban manipulasi wajah menggunakan teknologi AI oleh oknum dalam iklan.

Dalam bidang ekonomi, Megawati mengusulkan pengembangan koridor strategis pertumbuhan ekonomi bersama.

Sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati menawarkan kerja sama riset kepada Presiden José Ramos-Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmão untuk membangun kawasan pertumbuhan ekonomi di koridor Nusa Tenggara Timur (NTT), Dili, dan Papua.

Megawati juga menawarkan kerja sama antarpartai politik melalui program kaderisasi dan pelatihan kepemimpinan bersama antara PDI Perjuangan dan partai-partai politik di Timor Leste guna membagikan sistem manajemen partai yang berbasis kedisiplinan organisasi.

Menjelang akhir kuliahnya, Megawati mengingatkan bahwa sejarah tidak akan selalu membuka kesempatan.

Ia menitipkan pesan kepada generasi muda Indonesia dan Timor Leste agar hubungan persaudaraan kedua bangsa tidak hanya menjadi kenangan generasi terdahulu.

Megawati mendorong pelembagaan hubungan persaudaraan melalui percepatan penyelesaian perjanjian perbatasan yang adil, peningkatan program pertukaran mahasiswa dan guru, serta optimalisasi kerja sama dalam kerangka ASEAN.

Ia juga menyinggung bahwa Timor Leste kini telah menjadi anggota tetap ASEAN dengan dukungan penuh dari Indonesia.

"Dari Dili, kota para pejuang, marilah kita kabarkan kepada dunia bahwa meski kini kita hadir sebagai dua negara, namun kita disatukan oleh cita-cita bersama membangun jalan peradaban bagi dunia. Merdeka!" tutup Megawati.

Penulis :
Arian Mesa