HOME  ⁄  Nasional

KBRI Phnom Penh Berikan Bantuan Kekonsuleran kepada Sekitar 1.100 WNI, Imbau Jangan Kembali Terlibat Penipuan Daring

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

KBRI Phnom Penh Berikan Bantuan Kekonsuleran kepada Sekitar 1.100 WNI, Imbau Jangan Kembali Terlibat Penipuan Daring
Foto: Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditahan di fasilitas detensi Pemerintah Kamboja di Pochentong, Phnom Penh (sumber: KBRI Phnom Penh)

Pantau - KBRI Phnom Penh memberikan bantuan kekonsuleran kepada sekitar 1.100 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di fasilitas detensi Pemerintah Kamboja di Pochentong, Phnom Penh, setelah otoritas setempat melakukan operasi penertiban terhadap WNI yang dinilai mengganggu ketertiban umum.

Pendataan dan Fasilitasi Kepulangan WNI

Para WNI tersebut terjaring dalam operasi yang dilakukan otoritas Kamboja di sekitar KBRI Phnom Penh selama satu bulan terakhir.

Tim KBRI Phnom Penh bersama Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melakukan pendataan terhadap para WNI yang berada di fasilitas detensi.

KBRI Phnom Penh juga menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang kehilangan paspor untuk mendukung proses kepulangan ke Indonesia.

KBRI mengimbau WNI yang telah memiliki dokumen perjalanan agar segera membeli tiket dan kembali ke Indonesia.

Imbauan tersebut disampaikan karena masih banyak WNI yang memilih bertahan di Kamboja meskipun telah memiliki SPLP.

Selain telah memiliki SPLP, sebagian WNI juga telah memperoleh persetujuan pembebasan denda overstay dari Pemerintah Kamboja.

Operasi Pemberantasan Scam Center Terus Diintensifkan

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Phnom Penh, Krishnajie, mengingatkan seluruh WNI di Kamboja agar tidak terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum.

"Bagi WNI yang telah pulang ke Indonesia, jangan kembali ke Kamboja dan terlibat lagi dalam jaringan penipuan daring." ungkapnya.

KBRI menyatakan Pemerintah Kamboja terus mengintensifkan operasi pemberantasan penipuan daring di berbagai lokasi yang diduga menjadi scam center.

Intensifikasi operasi tersebut menyebabkan permintaan bantuan dari WNI kepada KBRI terus bertambah.

Sejak 1 Januari hingga 9 Juli 2026, sebanyak 12.207 WNI telah melapor dan meminta fasilitasi kepulangan ke Indonesia.

Hingga saat ini, sebanyak 5.966 WNI telah difasilitasi untuk kembali ke Indonesia.

Selain sekitar 1.100 WNI di fasilitas detensi Pochentong, lebih dari 600 WNI lainnya juga diamankan dari sejumlah lokasi yang diduga menjadi scam center.

Lebih dari 600 WNI tersebut saat ini berada di fasilitas detensi di Bati, Siem Reap, Phnom Penh, dan Sihanoukville.

Penulis :
Arian Mesa