HOME  ⁄  Nasional

Baznas Luncurkan Kampung Zakat di Sumbar untuk Perkuat Ekonomi Mustahik Lewat Usaha Tenun

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Baznas Luncurkan Kampung Zakat di Sumbar untuk Perkuat Ekonomi Mustahik Lewat Usaha Tenun
Foto: (Sumber :Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meluncurkan Program Kampung Zakat, Zakat Community Development (ZCD) sebagai upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha tenun berbasis komunitas di Nagari Ampalu, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Kamis (9/7/2026). ANTARA/HO-Baznas RI.)

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meluncurkan Program Kampung Zakat atau Zakat Community Development (ZCD) di Nagari Ampalu, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, sebagai upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha tenun berbasis komunitas.

Program Dorong Peningkatan Pendapatan Mustahik

Pimpinan Baznas RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional Mokhamad Mahdum mengatakan Program Kampung Zakat merupakan kolaborasi Baznas RI, Kementerian Agama RI, dan Baznas Kabupaten Lima Puluh Kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat secara berkelanjutan.

Ia mengungkapkan, "Melalui program ini, zakat tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi penggerak usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik."

Program tersebut memiliki total anggaran Rp638.279.390 yang dialokasikan untuk 45 penerima manfaat, dengan kontribusi Baznas RI sebesar Rp403.630.000 dan Baznas Kabupaten Lima Puluh Kota sebesar Rp234.649.390.

Mahdum menjelaskan pendapatan tambahan mustahik diproyeksikan meningkat dari Rp576.741 per bulan pada tahun pertama menjadi Rp1.226.074 per bulan pada tahun kedua.

Rata-rata pendapatan mustahik yang sebelumnya sekitar Rp1,5 juta per bulan diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp2,1 juta pada tahun pertama dan Rp2,7 juta pada tahun kedua.

Selain peningkatan pendapatan, produksi kain songket ditargetkan naik dari 40 lembar menjadi 80 lembar per bulan, sedangkan produksi kain tenun baju meningkat dari 75 lembar menjadi 150 lembar per bulan pada tahun kedua.

Didampingi Tiga Tahun dan Didukung Pemprov Sumbar

Untuk mendukung pengembangan usaha, Baznas memberikan bantuan berupa dua pasang alat tenun bukan mesin (ATBM) modifikasi untuk produksi sarung dan selendang, lima unit alat tenun baju, bahan baku tenun, pelatihan pengembangan usaha, serta pembangunan rumah produksi.

Mahdum menambahkan program tersebut akan mendapatkan pendampingan selama tiga tahun agar penerima manfaat mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Ia berharap Program Kampung Zakat di Nagari Ampalu dapat menjadi model pemberdayaan zakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik sekaligus mendorong terbentuknya komunitas ekonomi yang mandiri.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi peluncuran Program Kampung Zakat karena dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Mahyeldi mengatakan, "Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap mendukung keberlanjutan Program Kampung Zakat Baznas sebagai salah satu program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis zakat. Kami berharap kolaborasi antara Baznas dan Pemprov Sumbar terus diperkuat melalui berbagai program strategis agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat."

Penulis :
Ahmad Yusuf