
Pantau - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menilai Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, layak menjadi model nasional karena mampu menghasilkan produksi hingga 40 ton per hektare sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan.
Penilaian tersebut disampaikan Siti Hediati Soeharto saat melakukan kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke lokasi budidaya udang berbasis kawasan di Kebumen pada Sabtu (11/7).
Siti Hediati Soeharto mengatakan kawasan budidaya tersebut berhasil mengubah lahan yang sebelumnya terbengkalai menjadi sentra produksi udang bernilai ekonomi.
"Hari ini kami dari Komisi IV melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kebumen, terutama melihat budidaya udang berbasis kawasan yang ada di Kebumen ini. Tadinya tanah biasa saja yang terbengkalai, ini dimanfaatkan sebagai tempat budidaya udang," ujarnya.
Menurutnya, produktivitas kawasan tersebut mencapai sekitar 40 ton udang per hektare dan hasil panennya telah memiliki pasar.
"Hasilnya luar biasa. Satu hektar bisa 40 ton, dan ini sudah ada yang menampung, sudah ada yang beli. Udangnya segar-segar, bagus-bagus kualitasnya, untuk ekspor mudah-mudahan tidak ada masalah apa-apa," katanya.
Ia juga mengapresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan yang tidak hanya membangun kawasan budidaya, tetapi juga menjadikannya sebagai pusat pelatihan bagi masyarakat dan pelaku usaha.
"Apresiasi kami dari Komisi IV kepada KKP bahwa bisa melakukan budidaya udang seperti ini. Dan juga tidak hanya untuk budidaya begitu saja, tetapi juga untuk pelatihan-pelatihan. Jadi bagi masyarakat atau perusahaan-perusahaan yang ingin menduplikasi atau meniru budidaya udang ini, bisa datang ke sini," jelasnya.
Siti Hediati Soeharto berharap setiap provinsi memiliki kawasan budidaya udang serupa untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendukung pemenuhan gizi.
"Saya rasa kalau makin banyak lagi di seluruh Indonesia, setiap provinsi paling tidak punya lahan budidaya udang seperti ini, tentunya akan meningkatkan pendapatan masyarakat daerah dan juga untuk meningkatkan gizi anak-anak yang ada di sekitar daerah ini," tuturnya.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV DPR RI juga mengikuti penebaran benur atau benih udang.
"Tadi kami juga menebar benih. Benihnya kecil banget, lebih kecil dari jarum. Benih udang itu namanya benur. Dari yang kecilnya lebih kecil dari jarum pentul, dalam tiga bulan sudah bisa dipanen sebesar itu," ungkapnya.
Ia berharap Kementerian Kelautan dan Perikanan memperbanyak kawasan budidaya udang sekaligus pusat pelatihan di berbagai wilayah Indonesia agar manfaat ekonomi dari sektor perikanan budidaya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan





