HOME  ⁄  Nasional

BPBD Banten Perkuat Mitigasi Gunung Anak Krakatau, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BPBD Banten Perkuat Mitigasi Gunung Anak Krakatau, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Foto: (Sumber :Petugas Pengamat Gunung Api PVMBG memantau aktivitas GAK melalui layar monitor di Pos Pengamatan Pasauran, Kabupaten Serang, Banten. ANTARA/Desi Purnama Sari.)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menyusul status Level III (Siaga) Gunung Anak Krakatau (GAK), sekaligus mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak panik karena aktivitas pariwisata di kawasan Anyer dan Carita tetap aman.

Mitigasi Diperkuat untuk Antisipasi Dampak Erupsi

Kepala BPBD Provinsi Banten Lutfi Mujahidin mengatakan pemerintah tidak hanya fokus memantau aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, tetapi juga mematangkan strategi mitigasi terhadap potensi dampak sekunder, terutama tsunami.

"Mitigasi sudah kita lakukan sejak awal tahun, bahkan kita perkuat setelah Level III status GAK," ujar Lutfi.

Ia menjelaskan masyarakat dan wisatawan tidak perlu khawatir berlebihan karena apabila terjadi erupsi yang berpotensi memicu tsunami, sistem peringatan dini telah memperhitungkan golden time sekitar 40 menit untuk proses evakuasi secara aman.

BPBD Banten terus memperkuat koordinasi lintas sektor bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, TNI, Polri, serta pemerintah daerah guna memastikan kesiapsiagaan berjalan optimal.

"Selain itu, BPBD juga memberikan pelatihan evakuasi cepat kepada Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) yang berjaga di sepanjang garis pantai," paparnya.

Lutfi menegaskan keputusan evakuasi akan selalu didasarkan pada analisis informasi resmi sehingga erupsi gunung tidak otomatis mengharuskan masyarakat mengungsi apabila tidak terdapat indikasi bahaya tsunami.

PVMBG Minta Warga Patuhi Rekomendasi Resmi

Pengamat Gunung Api PVMBG di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Anggi Nuryo Saputro mengingatkan masyarakat agar tidak menyamakan kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini dengan peristiwa tsunami Selat Sunda pada 2018.

Menurutnya, berdasarkan kajian para ahli, tinggi tubuh Gunung Anak Krakatau saat ini sekitar 158 meter di atas permukaan laut, jauh lebih rendah dibandingkan sebelum tsunami Selat Sunda 2018 yang mencapai 337 meter di atas permukaan laut.

"Kondisinya tidak sama dengan tahun 2018. Namun, masyarakat tetap harus mematuhi rekomendasi PVMBG, yakni dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Semua informasi resmi dapat diakses melalui MAGMA Indonesia," kata Anggi.

BPBD menyebut penguatan mitigasi dan edukasi yang terus dilakukan membuat aktivitas pariwisata di pesisir Banten tetap berjalan normal.

Pantauan di lapangan menunjukkan kawasan wisata Pantai Bandulu di Anyer dan Pantai Pandan di Carita masih dipadati wisatawan dari berbagai daerah yang berlibur dengan aman dan nyaman.

Penulis :
Aditya Yohan