
Pantau - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia mendorong penguatan koperasi sebagai langkah strategis untuk memperluas peluang ekonomi bagi pekerja migran Indonesia dan keluarganya melalui program pemberdayaan berkelanjutan.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menyampaikan dorongan tersebut saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (13/7).
"Penguatan koperasi akan membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat, termasuk bagi para pekerja migran Indonesia dan keluarganya melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan," katanya.
Mukhtarudin mengatakan tema Harkopnas tahun ini, "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya", mencerminkan semangat sinergi dan gotong royong yang menjadi fondasi pengembangan koperasi di Indonesia.
Ia mendukung langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat gerakan koperasi sebagai salah satu motor penggerak ekonomi rakyat.
Menurut Mukhtarudin, nilai kebersamaan, gotong royong, dan kemandirian dalam koperasi sejalan dengan upaya pemberdayaan pekerja migran Indonesia beserta keluarganya.
KP2MI mengembangkan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas agar purna pekerja migran mampu membangun usaha dan hidup mandiri setelah kembali ke Indonesia.
"Koperasi adalah pilar ketahanan ekonomi bangsa yang berlandaskan asas kekeluargaan. Kita ingin memastikan ikatan kolektif ini juga menjadi wadah bagi para pekerja migran kita, agar sekembalinya ke tanah air, mereka memiliki ekosistem ekonomi yang kuat, produktif, dan mampu menopang kesejahteraan keluarga menuju Indonesia Emas," ujarnya.
Mukhtarudin berharap koperasi semakin berperan sebagai tulang punggung ekonomi rakyat sekaligus mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
KP2MI akan memperkuat sinergi dengan Kementerian Koperasi dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan potensi koperasi ke dalam program pelindungan serta pemberdayaan ekonomi pekerja migran di seluruh daerah.
- Penulis :
- Aditya Yohan





