
Pantau - Keterbatasan fiskal nasional membayangi penyusunan program kerja kementerian dan lembaga untuk 2027.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ikut terdampak. Penyesuaian anggaran terjadi di berbagai lini, termasuk Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
Anggota Komisi V DPR RI, Erna Sari Dewi, menilai kondisi tersebut tidak boleh menggeser fokus utama negara dalam melindungi masyarakat.
“Kalau saya hari ini menyorot soal keselamatan. Bagi saya, keselamatan itu adalah high priority di Dirjen Perhubungan Darat, bukan second priority. Keselamatan dilindungi oleh Pembukaan UUD 1945, bahwa negara melindungi segenap bangsa Indonesia,” jelasnya usai rapat dengar pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (13/7/2026).
Ia menekankan keselamatan transportasi memiliki dasar konstitusional yang kuat. Hak hidup warga negara dijamin undang-undang dan tidak dapat ditawar.
“Keselamatan harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi darat,” tegasnya.
Dalam kondisi anggaran terbatas, arah kebijakan dinilai harus makin fokus. Perlindungan terhadap masyarakat dari risiko kecelakaan menjadi titik utama.
“Keterbatasan anggaran bukan alasan menurunkan kualitas pengawasan atau standar keselamatan. Justru harus semakin berorientasi pada perlindungan masyarakat,” kata Erna.
Sorotan juga diarahkan pada tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Sejumlah insiden di jalur Pantai Utara kembali terjadi dalam waktu berdekatan.
“Apa yang kita tangkap dari kejadian demi kejadian ini? Apakah sistem manajemen pengawasan Dirjen Perhubungan Darat sudah optimal?” ujarnya.
Evaluasi tidak hanya menyasar sistem pengawasan. Infrastruktur keselamatan dinilai perlu mendapat perhatian serius.
“Bagaimana dengan marka jalan? Bagaimana dengan rambu-rambu jalan? Ini harus menjadi evaluasi yang komprehensif,” tuturnya.
Ia mendorong Kemenhub melakukan pembenahan menyeluruh. Langkah konkret dinilai penting untuk menekan angka kecelakaan.
“Evaluasi harus menghasilkan langkah nyata untuk memperkuat sistem keselamatan transportasi darat, baik dari pengawasan, sarana, maupun tata kelola,” katanya.
Erna berharap setiap insiden menjadi pelajaran. Perbaikan sistem dinilai harus berjalan tanpa menimbulkan persoalan baru.
“Kita tidak menginginkan kejadian demi kejadian ini terus terjadi. Kita harus belajar dari setiap kejadian dan menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru, khususnya di sektor transportasi darat,” tandasnya.
- Penulis :
- Khalied Malvino





