
Pantau - Kementerian Koperasi menegaskan komitmennya untuk membangkitkan dan mengembalikan koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan pada peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 melalui penguatan gerakan koperasi dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Koperasi Didorong Menjadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan Harkopnas ke-79 menjadi momentum untuk membangkitkan dan memodernisasi koperasi agar semakin berdaya saing dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia mengungkapkan, "Nilai itulah yang menjadi jiwa koperasi, yaitu tumbuh bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat."
Menurut Farida, langkah tersebut merupakan implementasi amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan perekonomian nasional disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
Ia menambahkan tema Harkopnas ke-79, "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya", mencerminkan semangat gotong royong dan kolaborasi untuk memperkuat koperasi sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional.
KDKMP Diperkuat sebagai Pusat Ekonomi Desa
Pemerintah sebelumnya menyatakan penguatan koperasi dilakukan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diproyeksikan menjadi pusat ekonomi desa sekaligus penyalur utama berbagai subsidi pemerintah kepada masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto juga mengarahkan setiap desa memiliki koperasi yang menyediakan layanan simpan pinjam berbunga rendah untuk membantu petani memperoleh akses pembiayaan selama masa tanam.
Pemerintah memproyeksikan KDKMP mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga Rp223 triliun per tahun melalui penguatan ekonomi desa dan efisiensi rantai distribusi.
Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simpkopdes) per 14 Juli 2026, sebanyak 83.382 koperasi telah terbentuk.
Dari jumlah tersebut, terdapat 38.054 usulan lahan pembangunan fisik koperasi, sebanyak 35.867 telah terverifikasi, 19.296 koperasi masih dalam tahap pembangunan, dan 16.091 koperasi telah menyelesaikan pembangunan secara penuh.
- Penulis :
- Aditya Yohan





