
Pantau - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Nusa Tenggara Timur memeriksa empat terlapor dalam penyelidikan dugaan intimidasi terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha di Kantor Ditreskrimum Polda NTT, Mapolda NTT, Kupang, Selasa, 14 Juli 2026.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTT Kombes Pol. Sigit Haryono mengatakan keempat terlapor dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi pada tahap penyelidikan.
"Hari ini mereka dijadwalkan diperiksa sebagai saksi," ungkap Sigit Haryono.
Empat terlapor yang diperiksa terdiri atas Veronika Lake, Norbertus Tubani, dan Therensius Lazakar yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara, serta Maria Mathildis Sau yang berprofesi sebagai dokter hewan berstatus aparatur sipil negara (ASN).
Pemeriksaan Merupakan Penjadwalan Ulang
Pemeriksaan dilakukan oleh tim Joint Investigation Polda NTT dengan didampingi tim kuasa hukum dari Kantor Hukum Bildad Thonak.
Tim kuasa hukum yang mendampingi para terlapor terdiri atas Leo Lata Open, Egiardus Bana, dan Obet Djami.
Pemeriksaan tersebut merupakan penjadwalan ulang setelah sebelumnya para terlapor dijadwalkan memenuhi panggilan penyidik pada Senin, 13 Juli 2026.
Pemeriksaan sebelumnya ditunda atas permintaan kuasa hukum karena para klien mereka berhalangan hadir.
Penyidik Telah Memeriksa 32 Saksi
Sigit Haryono menjelaskan pemeriksaan terhadap empat terlapor merupakan bagian dari rangkaian penyelidikan yang dilakukan tim Joint Investigation untuk mengusut laporan dugaan intimidasi yang diajukan keluarga mendiang dr. Icha.
Sebelumnya penyidik telah memeriksa 32 saksi yang terdiri atas tenaga kesehatan, pasien, rekan kerja dr. Icha semasa hidupnya, serta anggota keluarga.
Selain meminta keterangan para saksi, penyidik juga mengumpulkan barang bukti dalam proses penyelidikan.
Penyidik selanjutnya akan meminta pendapat ahli psikologi, ahli viktimologi, ahli kriminologi, dan ahli hukum pidana.
Keterangan para ahli akan menjadi bahan pertimbangan penyidik untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dalam perkara dugaan intimidasi terhadap dr. Icha.
- Penulis :
- Arian Mesa





