HOME  ⁄  Nasional

Mensesneg Sebut Kawasan Hotel Sultan Akan Dioptimalkan untuk Tambah Pemasukan Negara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mensesneg Sebut Kawasan Hotel Sultan Akan Dioptimalkan untuk Tambah Pemasukan Negara
Foto: (Sumber :Foto udara suasana dari Hotel Sultan di Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026). Pihak Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) mulai mengosongkan aset dari empat tower hotel dan dua tower apartemen Sultan ke Komplek Pergudangan Cikarang, Desa Pasiranji, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi sebelum dirobohkan pascaeksekusi oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU.)

Pantau - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pengelolaan kawasan Hotel Sultan akan dioptimalkan untuk menambah pemasukan negara setelah proses pengosongan aset berdasarkan putusan pengadilan yang berlangsung sejak Juni 2026.

Prasetyo menyampaikan pemerintah saat ini sedang berkoordinasi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk merancang pengelolaan baru kawasan tersebut.

Pengelolaan Kawasan Disiapkan Bersama Danantara

“Kami telah dan sedang berkoordinasi dengan Danantara untuk merancang ulang pengelolaan kompleks area Hotel Sultan dan sekitarnya untuk bisa kita optimalkan peruntukannya sehingga kita berharap juga akan dapat menambah pemasukan kepada negara,” kata Prasetyo saat rapat kerja dengan Komisi XIII DPR RI di Jakarta, Rabu.

Prasetyo menjelaskan Kementerian Sekretariat Negara telah berhasil mengambil kembali aset Hotel Sultan pada 18 Juni 2026 setelah polemik yang berlangsung sekitar delapan tahun.

“Dari seluruh proses hukum dinyatakan bahwa Hotel Sultan itu adalah milik negara yang pengelolaannya kepada pihak ketiga telah selesai sehingga kita hanya menjalankan proses hukum berdasarkan hasil ketetapan dari pengadilan,” ungkapnya.

Ia menambahkan proses pengosongan aset masih berlangsung dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu bulan sebelum seluruh kawasan diserahkan kepada Danantara.

Revitalisasi Kawasan Ditargetkan Dongkrak Pariwisata

Sebelumnya, Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyatakan revitalisasi menyeluruh kawasan Gelora Bung Karno (GBK), termasuk eks Hotel Sultan, ditargetkan mampu meningkatkan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara selama berkunjung ke Indonesia.

“Average spending kita itu baru 1.100-an dolar AS lebih. Nah, bagaimana untuk meningkatkan average spending-nya juga,” ujar Rosan.

Menurut Rosan, daya saing sektor pariwisata Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara di Asia Tenggara sehingga diperlukan pengembangan destinasi dan ekosistem pariwisata yang lebih kompetitif.

Ia mengatakan Danantara akan menerapkan strategi pengembangan yang menyasar berbagai segmen wisata, mulai dari wisata massal hingga wisata minat khusus bernilai ekonomi tinggi.

Penulis :
Aditya Yohan