
Pantau - Lonjakan hingga 128 persen komentar promosi judi online (judol) yang membanjiri akun tokoh publik, selebgram, dan media sosial (medsos) memicu kekhawatiran baru, termasuk risiko akun terkena suspend akibat sistem moderasi otomatis.
Anggota Komisi I DPR RI Sarifah Ainun Jariyah menilai fenomena ini menunjukkan eskalasi serius penyebaran konten ilegal di ruang digital. Dia menyebut pola serangan kini semakin luas dan masif.
“Yang sekarang mengkhawatirkan dan lagi ramai itu terkait banyaknya komentar judi online di kolom komentar. Sekarang banyak akun milik tokoh publik, selebgram, maupun akun berita yang di dalamnya ternyata dipenuhi promosi judi online. Ini sangat mengkhawatirkan,” ujar Sarifah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, perubahan pola penyebaran menjadi perhatian utama. Jika sebelumnya menyasar akun tertentu, kini komentar judi online menyerbu hampir semua jenis akun dengan jangkauan luas.
“Ini bukan lagi kasus terbatas, tetapi sudah menyebar ke berbagai akun tanpa terkecuali,” tuturnya.
Sarifah memastikan persoalan ini akan dibawa dalam forum resmi DPR. Komisi I berencana meminta penjelasan pemerintah terkait meningkatnya aktivitas tersebut.
“Nanti ketika rapat dengan kementerian terkait, khususnya mitra Komisi I, kami akan mempertanyakan mengapa komentar-komentar terkait judi online ini semakin marak dan semakin kencang penyebarannya,” ungkap politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu.
Ia juga mengingatkan adanya dampak lanjutan yang berpotensi merugikan pemilik akun. Sistem moderasi platform dinilai bisa salah membaca situasi.
“Yang kami khawatirkan, sistem Meta membaca komentar-komentar itu sebagai spam. Akibatnya akun bisa di suspend,” tegas legislator Dapil Banten II ini.
Kondisi ini dinilai tidak adil bagi kreator maupun pengelola akun yang menjadi korban. Mereka berisiko terkena sanksi meski tidak terlibat dalam promosi judi online.
“Kasihan para selebgram, influencer, atau akun berita yang sebenarnya tidak tahu apa-apa, tetapi kolom komentarnya dipenuhi iklan judi online,” kata Sarifah.
Ia mendorong pemerintah dan platform digital memperkuat pengawasan serta mempercepat penanganan jaringan penyebar konten ilegal. Langkah ini penting untuk menjaga ekosistem digital tetap sehat.
“Harus ada langkah cepat untuk menindak akun bot dan jaringan penyebar judi online agar ruang digital kita tetap aman,” pungkasnya.
- Penulis :
- Khalied Malvino





