HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Provinsi Papua dan UNICEF Luncurkan Dasbor Pemantauan Program MBG untuk Perkuat Tata Kelola Berbasis Data

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Provinsi Papua dan UNICEF Luncurkan Dasbor Pemantauan Program MBG untuk Perkuat Tata Kelola Berbasis Data
Foto: Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Yohanes Walilo bersama instansi terkait saat meluncurkan dan sosialisasi dasbor satuan tugas Program MBG bertempat Kota Jayapura, Papua, Rabu 15/7/2026 (sumber: ANTARA/Qadri Pratiwi)

Pantau - Pemerintah Provinsi Papua bersama UNICEF dengan dukungan China International Development Cooperation Agency (CIDCA) meluncurkan dasbor pemantauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan koordinasi, memperkuat pemantauan, dan mendukung evaluasi pelaksanaan program.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Yohanes Walilo mengatakan peluncuran dasbor tersebut merupakan langkah strategis untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan berbasis data.

Ia mengungkapkan, "Program MBG merupakan salah satu program strategis nasional yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi Papua yang sehat, cerdas, kuat, dan mampu bersaing di masa depan."

Dasbor Dukung Pemantauan Program MBG

Yohanes mengatakan kondisi geografis Papua yang meliputi wilayah pegunungan, pesisir, kepulauan, dan daerah terpencil memerlukan pendekatan pelayanan yang adaptif serta kolaboratif.

Ia menegaskan keberhasilan Program MBG membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Ia mengatakan, "Program MBG berkaitan dengan kualitas gizi, keamanan pangan, higiene sanitasi, distribusi, pengelolaan limbah, hingga kepastian bahwa setiap anak benar-benar menerima manfaat secara layak dan bermartabat. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program."

Melalui dasbor tersebut, pemerintah dapat memantau operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), jumlah penerima manfaat, cakupan sekolah penerima program, keamanan pangan, higiene sanitasi, pengelolaan limbah, berbagai kendala di lapangan, serta tindak lanjut penyelesaian kendala.

Yohanes berharap setiap perangkat daerah, kelompok kerja, dan satuan tugas MBG memperbarui data secara berkala dengan informasi yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia mengatakan, "Kami berharap setiap perangkat daerah serta anggota kelompok kerja dan satuan tugas MBG dapat memperbarui data secara berkala dengan informasi yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga hasil pemantauan menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan kepada anak-anak Papua."

UNICEF Perkuat Sistem Digital dan Operasional SPPG

Kepala UNICEF Papua Aminuddin Mohammad Ramdan mengatakan dasbor tersebut dirancang untuk menghimpun berbagai data penting terkait pelaksanaan Program MBG.

Data yang dihimpun melalui dasbor meliputi jumlah penerima manfaat, sekolah penerima Program MBG, operasional SPPG, serta laporan kejadian termasuk dugaan keracunan makanan.

Ia mengatakan, "Dasbor ini akan membantu pemerintah daerah melakukan pemantauan secara waktu nyata sehingga setiap persoalan yang muncul di lapangan dapat direspons lebih cepat dan setiap kebijakan yang diambil benar-benar didasarkan pada data."

Selain mengembangkan sistem digital, UNICEF juga memberikan dukungan teknis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memperkuat operasional 14 SPPG milik Badan Gizi Nasional (BGN).

Sebanyak 14 SPPG yang didukung terdiri atas tujuh SPPG di Kota dan Kabupaten Jayapura serta tujuh SPPG di Kabupaten Biak Numfor.

Aminuddin berharap cakupan dasbor pemantauan Program MBG dapat diperluas secara bertahap hingga menjangkau seluruh wilayah Provinsi Papua.

Ia mengatakan, “Kami berharap cakupan dasbor pemantauan Program MBG dapat diperluas secara bertahap hingga menjangkau seluruh wilayah Provinsi Papua sehingga pelaksanaan program berjalan lebih efektif, akuntabel, dan memberikan manfaat optimal bagi anak-anak Papua.”

Penulis :
Leon Weldrick