HOME  ⁄  Nasional

FIATA Sebut Pelabuhan Patimban Berkembang Menjadi Salah Satu Pelabuhan Strategis di Asia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

FIATA Sebut Pelabuhan Patimban Berkembang Menjadi Salah Satu Pelabuhan Strategis di Asia
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Kegiatan logistik MSC di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. (ANTARA/HO-FIATA).)

Pantau - Senior Vice President International Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA) Yukki Nugrahawan Hanafi menyatakan Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, berkembang menjadi salah satu pelabuhan paling strategis di Asia seiring dimulainya layanan peti kemas internasional reguler.

Layanan Internasional Perkuat Posisi Patimban

Yukki mengatakan dimulainya layanan peti kemas internasional oleh Mediterranean Shipping Company (MSC) melalui kapal MSC Aria III menjadi tonggak baru bagi pengembangan ekosistem logistik nasional yang semakin terintegrasi dengan jaringan perdagangan global.

Kapal tersebut berlayar dari Singapura dan melanjutkan perjalanan menuju Laem Chabang di Thailand serta tiga pelabuhan utama di China, yakni Shekou, Ningbo, dan Shanghai.

“Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, saya optimistis Patimban akan berkembang menjadi salah satu pelabuhan paling strategis di Asia serta menjadi legacy bagi pembangunan ekonomi Indonesia dalam beberapa dekade mendatang,” ungkap Yukki.

Ia menambahkan layanan perdana tersebut menandai fase baru pembangunan logistik nasional.

“Patimban akan semakin siap menjadi Integrated Container and Automotive Gateway of Indonesia yang mendukung ketahanan rantai pasok nasional,” ujarnya.

Yukki menilai kehadiran layanan reguler MSC bukan sekadar penambahan rute pelayaran, melainkan awal terbentuknya ekosistem logistik baru yang akan meningkatkan daya saing Indonesia dalam perdagangan global.

“Keberhasilan layanan MSC diharapkan menjadi katalis bagi masuknya pelayaran internasional lainnya sehingga tercipta jaringan layanan yang semakin beragam menuju Asia, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika,” katanya.

Kapasitas Pelabuhan Terus Ditingkatkan

Saat ini Terminal Peti Kemas Patimban memiliki luas 10 hektare dengan kapasitas layanan mencapai 250.000 twenty-foot equivalent units (TEUs) per tahun.

PT Patimban Global Gateway Terminal (PGT) sebagai pengelola tengah memperluas kapasitas terminal hingga mencapai 1,65 juta TEUs per tahun.

Dalam pengembangan jangka panjang, Pelabuhan Patimban ditargetkan memiliki kapasitas 7,5 juta TEUs untuk terminal peti kemas dan 600.000 unit kendaraan per tahun pada terminal otomotif.

Terminal kendaraan yang telah beroperasi sejak 2022 di lahan seluas 22,4 hektare memiliki kapasitas 218.000 unit kendaraan utuh (completely built up/CBU) per tahun untuk kebutuhan ekspor maupun impor.

Sepanjang 2025, terminal tersebut menangani 204.774 unit kendaraan CBU, dengan mayoritas merupakan kendaraan ekspor, sementara 13.381 unit merupakan kendaraan impor dan 65.688 unit didistribusikan ke pasar domestik.

Hingga Juni 2026, Pelabuhan Patimban telah menjadi pintu gerbang ekspor bagi 63.086 unit mobil dan impor 7.262 unit kendaraan, melampaui volume pengiriman domestik melalui Pelabuhan Belawan dan Batam yang tercatat sebanyak 37.110 unit.

Penulis :
Ahmad Yusuf