HOME  ⁄  Nasional

Gunung Semeru Tujuh Kali Erupsi dalam Sepekan Pagi, Kolom Letusan Capai 1.100 Meter

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gunung Semeru Tujuh Kali Erupsi dalam Sepekan Pagi, Kolom Letusan Capai 1.100 Meter
Foto: (Sumber :Gunung Semeru erupsi dengan tinggi kolom letusan 700 meter di atas puncak pada Kamis (16/7/2026) pagi. ANTARA/HO-PVM

Pantau - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami tujuh kali erupsi pada Kamis pagi (16/7) dengan tinggi kolom letusan berkisar 700 hingga 1.100 meter di atas puncak, sementara status aktivitas vulkaniknya masih berada pada Level III atau Siaga.

Aktivitas Erupsi Masih Didominasi Gempa Letusan

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto melaporkan pada periode pengamatan Kamis pukul 00.00-06.00 WIB tercatat 15 kali gempa erupsi atau letusan dengan amplitudo 13-22 mm dan durasi 71-158 detik.

Selain itu, Gunung Semeru juga mengalami lima kali gempa guguran dengan amplitudo 2-4 mm dan durasi 37-87 detik.

“Semeru juga mengalami 3 kali gempa embusan dengan amplitudo 3-8 mm, satu kali harmonik dengan amplitudo 5 mm, dan dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 8-11 mm,” ungkap Liswanto.

Ia menambahkan pada pengamatan sehari sebelumnya, aktivitas vulkanik juga didominasi 66 kali gempa letusan atau erupsi.

“Awan panas guguran terjadi satu kali dengan amplitudo 22 mm dan lama gempa 187 detik, kemudian 16 kali gempa guguran dengan amplitudo 1-6 mm dan lama gempa 32-91 detik,” ujarnya.

Masyarakat Diminta Patuhi Rekomendasi PVMBG

Berdasarkan data Pos Pengamatan, Gunung Semeru mengalami tujuh kali erupsi sejak pukul 00.42 WIB hingga 06.15 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 700 hingga 1.100 meter di atas puncak.

Liswanto menjelaskan status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga sehingga masyarakat diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.

Di luar kawasan tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang berhulu di Gunung Semeru.

Penulis :
Ahmad Yusuf