HOME  ⁄  Nasional

DLH Kabupaten Bandung Dorong Pemilahan Sampah untuk Optimalkan Pengolahan dengan Teknologi RDF

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

DLH Kabupaten Bandung Dorong Pemilahan Sampah untuk Optimalkan Pengolahan dengan Teknologi RDF
Foto: Petugas gabungan dan relawan saat membersihkan tumpukan sampah di Ciganitri Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026).

 

Pantau - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung mengajak masyarakat memilah sampah sejak dari sumber sebagai langkah utama mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan, termasuk pemanfaatan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Sampah Campur Jadi Kendala Pengolahan

Kepala Bidang DLH Kabupaten Bandung Abdul Wahid Fauzy mengatakan pemilahan sampah menjadi kunci dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah karena sampah yang tercampur menyulitkan proses pengolahan.

“Persoalan terbesar kami di DLH itu adalah ketika pengangkutan pun masih diterima sampah campur. Sebetulnya musuh terbesar kami itu adalah sampah campur,” ungkap Abdul Wahid Fauzy.

Ia menjelaskan sampah yang telah dipilah sejak awal lebih mudah dimanfaatkan kembali maupun diolah menjadi sumber energi.

“Mesin RDF itu kalau sampah campur seperti ini tidak mungkin dilakukan,” ujarnya.

Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

DLH Kabupaten Bandung saat ini mengembangkan pemanfaatan mesin RDF dengan pendampingan Bank Dunia sebagai bagian dari pengelolaan sampah berkelanjutan.

Menurut Abdul Wahid Fauzy, sampah anorganik kering yang telah dipilah sejak awal menjadi bahan utama yang dibutuhkan dalam teknologi tersebut.

Ia menyebut Kabupaten Bandung menghasilkan sekitar 1.600 ton sampah per hari dengan sekitar 20 persen atau sekitar 320 ton merupakan residu yang masih dapat dimanfaatkan apabila dikelola sejak awal.

DLH Kabupaten Bandung berharap masyarakat membangun kesadaran untuk memilah sampah dari rumah agar proses pengolahan berjalan lebih efektif dan mendukung pengelolaan sampah regional di masa mendatang.

Penulis :
Gerry Eka