HOME  ⁄  Nasional

Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah Dinilai Lebih dari Sekadar Mengantar ke Gerbang

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah Dinilai Lebih dari Sekadar Mengantar ke Gerbang
Foto: Seorang ayah mengantar anaknya ke sekolah dalam Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) di SLBN 02 Jakarta, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).

Pantau - Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) dinilai memiliki makna lebih dari sekadar mengantar anak pada hari pertama sekolah karena kehadiran ayah berperan penting dalam membangun kedekatan emosional, rasa aman, dan kepercayaan diri anak.

Pandangan tersebut mengemuka di tengah perhatian publik terhadap kasus ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi yang terjadi saat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), ketika banyak ayah mengantarkan anaknya ke sekolah.

Kehadiran Ayah Bangun Rasa Aman Anak

Psikolog anak Gloria Siagian mengatakan GAMAS seharusnya tidak dimaknai hanya sebagai aktivitas mengantar anak hingga gerbang sekolah.

"Kalau misalnya ayahnya terbiasa marah-marah, ya anak akan memodel bahwa cara untuk mengekspresikan emosi adalah dengan marah-marah, berteriak begitu," ungkap Gloria.

Menurutnya, figur ayah merupakan role model bagi anak, terutama anak laki-laki, sehingga sikap dan cara ayah mengekspresikan emosi akan lebih mudah ditiru dibandingkan nasihat yang diberikan.

"Jadi mengekspresikan emosi itu boleh dan sehat, tapi anak jangan jadi terluka," katanya.

Gloria menjelaskan kehadiran ayah yang penuh perhatian dapat membantu anak beradaptasi dengan lingkungan baru, memahami perasaannya, serta menumbuhkan rasa aman saat memasuki dunia sekolah.

Pendampingan Dibutuhkan bagi Anak dan Orang Tua

Gloria menilai anak yang terdampak peristiwa traumatis berpotensi mengalami kebingungan, kehilangan rasa percaya diri, hingga menghadapi stigma dari lingkungan.

Pendampingan tidak hanya diperlukan bagi anak, tetapi juga kepada orang tua agar pola pengasuhan dapat berkembang menjadi lebih sehat.

Sekolah juga dinilai memiliki peran penting melalui dukungan guru, guru bimbingan dan konseling, serta kepala sekolah untuk membantu anak kembali merasa aman dan percaya diri di lingkungan pendidikan.

Penulis :
Gerry Eka