
Pantau - PT Adhi Karya (Persero) selaku kontraktor pelaksana mencatat progres pembangunan Jalan Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2 ruas Trihanggo–Junction di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mencapai sekitar 86 persen dan ditargetkan rampung melalui proses provisional hand over (PHO) pada September 2026.
Humas PT Adhi Karya proyek pembangunan Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, mengatakan proyek saat ini telah memasuki tahap akhir pengerjaan struktur setelah pemasangan balok (erection girder) untuk akses naik dan turun kendaraan (ramp on dan ramp off) berhasil diselesaikan.
Ia mengungkapkan, "Insya Allah sampai sekarang ya sekitar sudah masuk 86 persen. Jadi terakhir tadi malam itu kita melaksanakan "erection girder" untuk balok yang membentang, dan untuk "ramp on" serta "ramp off"-nya alhamdulillah sudah selesai."
Tahap Akhir Pengerjaan dan Konektivitas Tol
Fokus pekerjaan selanjutnya meliputi pembesian pada struktur jalan.
Pekerjaan berikutnya mencakup pengecoran lantai beton (rigid pavement).
Setelah pengecoran selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pengaspalan di area ramp on dan ramp off.
PT Adhi Karya juga sedang menyelesaikan pembangunan gerbang tol yang mengusung ornamen khas budaya lokal.
Gerbang tol tersebut akan dilengkapi siluet ikonik berupa situs arsitektur Candi Ratu Boko.
Struktur rangka siluet Candi Ratu Boko saat ini masih dirangkai di bagian bawah sebelum dipasang di atas area gantry gerbang tol di sisi timur perempatan Jalan Raya Ringroad.
Dari sisi konektivitas, ruas Tol Trihanggo–Junction nantinya akan terhubung langsung secara fisik dengan Jalan Tol Jogja–Bawen.
Arus kendaraan dari Tol Jogja–Solo dan Tol Jogja–Bawen akan saling terkoneksi melalui akses keluar dan masuk di Exit Tol Trihanggo.
Pada ruas Trihanggo Paket 2.2 disiapkan satu titik akses kendaraan berupa ramp on dan ramp off.
Setelah rampung, ruas Trihanggo akan terhubung dengan pengembangan paket berikutnya menuju kawasan Junction Sleman yang selanjutnya menghubungkan jalan tol ke arah Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
Keselamatan Kerja dan Manfaat Ekonomi
Pembangunan ruas tol dilakukan di atas jalur lalu lintas nasional yang memiliki mobilitas kendaraan tinggi sehingga kontraktor menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan kerja secara ketat.
Seluruh pekerja diwajibkan menggunakan alat pelindung diri secara lengkap.
Kontraktor juga memasang safety net di sisi kanan dan kiri struktur jalan layang (elevated) untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Pekerjaan berat seperti pengecoran beton dibatasi pada sore atau malam hari ketika volume kendaraan lebih rendah.
PT Adhi Karya terus berkoordinasi dengan Ditlantas Polda DIY, Satlantas Polresta Sleman, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, dan Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengantisipasi dinamika lalu lintas harian selama proses pembangunan berlangsung.
Untuk mengejar target penyelesaian September 2026, jumlah tenaga kerja dipertahankan sesuai jadwal awal proyek tanpa penambahan alat berat maupun jam lembur secara masif.
Terkait pembebasan lahan, seluruh area kerja telah berstatus clear and clean sehingga seluruh lahan proyek siap sepenuhnya untuk digunakan.
Agung menilai kehadiran Jalan Tol Jogja–Solo akan memberikan dampak positif terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah melalui peningkatan konektivitas antarwilayah.
Ia mengungkapkan, “Insya Allah ini menjadi konektivitas antarwilayah yang akan menjadi lebih lancar dan lebih cepat. Destinasi-destinasi wisata unggulan, terutama di Jateng-DIY, bisa terkoneksi dengan cepat, seperti akses menuju Candi Borobudur.”
- Penulis :
- Arian Mesa





