
Pantau - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat pelayanan jalan tol melalui optimalisasi Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) berbasis teknologi serta transformasi fasilitas Travoy Rest Area, termasuk peningkatan layanan di Rest KM 88A dan KM 88B Jalan Tol Cipularang, guna meningkatkan kenyamanan dan kualitas pelayanan bagi pengguna jalan.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono mengatakan transformasi tersebut meliputi penguatan JMTC, pembenahan fasilitas dasar rest area, penataan kawasan, serta peningkatan peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Ia mengungkapkan, "Transformasi pada Travoy Rest KM 88A Jalan Tol Cipularang dimulai dengan membenahi fasilitas esensial rest area sebagai prioritas utama."
Transformasi Rest Area Tingkatkan Kenyamanan Pengguna Jalan
Travoy Rest KM 88A disiapkan sebagai rest area percontohan yang berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada pengguna jalan.
Pembenahan di lokasi tersebut mencakup perluasan area, peremajaan toilet, relokasi toilet agar lebih mudah diakses, penambahan ruang terbuka hijau, optimalisasi alur kendaraan, serta peningkatan kapasitas parkir.
Jasa Marga juga menambah berbagai fasilitas pendukung, termasuk penyediaan titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk menyesuaikan pelayanan dengan perkembangan kebutuhan pengguna jalan.
Rivan mengatakan, "Harapannya, Travoy Rest KM 88A dapat menjadi rest area percontohan yang mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna jalan secara lebih optimal."
Sementara itu, transformasi Travoy Rest KM 88B difokuskan pada peningkatan kualitas dan peran UMKM lokal melalui penyediaan berbagai produk kuliner khas Nusantara.
Jasa Marga juga menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu yang mencakup pemilahan sampah di sumber, pengumpulan, pemrosesan, hingga pemanfaatan hasil olahan menjadi pupuk organik sebagai percontohan pengelolaan sampah di rest area.
Penerapan sistem tersebut menjadi bagian dari implementasi prinsip environmental, social, and governance (ESG) atau lingkungan, sosial, dan tata kelola.
JMTC Andalkan AI dan Big Data untuk Pantau 3,5 Juta Kendaraan
Pada aspek digital, Jasa Marga mengoptimalkan JMTC di Jatiasih, Bekasi, sebagai pusat kendali operasional terintegrasi yang memantau jaringan jalan tol selama 24 jam secara waktu nyata.
JMTC didukung lebih dari 3.500 kamera pengawas (CCTV), sistem penghitung lalu lintas, papan informasi elektronik, kamera pengukur kecepatan, teknologi penimbang kendaraan bergerak, radar lalu lintas, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta Big Data Analytics.
Dengan dukungan teknologi tersebut, JMTC mampu memantau sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari, mempercepat koordinasi penanganan kondisi darurat, mendukung rekayasa lalu lintas, serta mempercepat penyampaian informasi kepada pengguna jalan.
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menilai pemanfaatan teknologi harus terus dioptimalkan agar pelayanan jalan tol semakin responsif.
Ia mengatakan, "Teknologi juga harus mampu menyediakan informasi perjalanan yang akurat agar masyarakat dapat mengetahui kondisi lalu lintas dan memperkirakan waktu tempuh perjalanan."
Pernyataan tersebut disampaikan Dony saat meninjau Travoy Rest KM 88A, Travoy Rest KM 88B, dan JMTC bersama jajaran Direksi Jasa Marga pada Selasa, 21 Juli 2026.
Menurut Dony, peningkatan kualitas rest area merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan jalan tol karena pengguna jalan membutuhkan fasilitas beristirahat yang aman dan nyaman.
Dony mengapresiasi transformasi yang dilakukan Jasa Marga karena dinilai meningkatkan aspek operasional jalan tol, memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat, serta menciptakan nilai tambah yang sejalan dengan arah Danantara Indonesia dalam mendorong value creation berlandaskan service excellence.
Ia mengatakan, “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh Direksi dan juga karyawan Jasa Marga. Selama satu tahun kita melihat transformasi yang luar biasa dari Jasa Marga berjalan dengan cukup baik. Pada prinsipnya, Pemerintah ingin meningkatkan kualitas layanan kepada publik, sehingga masyarakat dapat menikmati dan merasakan layanan jalan tol meningkat dengan cukup signifikan.”
- Penulis :
- Arian Mesa





