HOME  ⁄  Nasional

Kemenpar Susun Strategi Pengembangan Wisata Kesehatan untuk Perkuat Ekosistem Layanan Medis Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenpar Susun Strategi Pengembangan Wisata Kesehatan untuk Perkuat Ekosistem Layanan Medis Nasional
Foto: (Sumber : Arsip foto - Petugas menunjukkan cara kerja mesin pengisi cairan otomatis kepada pengunjung saat International Islamic Healthcare Conference and Expo (IHEX) 2026 di Kota Tangerang, Banten, Rabu (6/5/2026).ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar.)

Pantau - Kementerian Pariwisata tengah menyusun dan memperkuat strategi lintas sektor untuk mengembangkan wisata kesehatan (health tourism) di Indonesia melalui kolaborasi dengan kementerian, asosiasi rumah sakit, pemerintah daerah, dan pelaku industri pariwisata.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani mengatakan penguatan kolaborasi diperlukan agar sektor pariwisata dan kesehatan mampu membangun ekosistem yang saling mendukung.

Ia mengatakan, "Kini saatnya memperkuat kolaborasi antara industri pariwisata dan industri kesehatan agar mampu menciptakan ekosistem yang saling mendukung."

Pembahasan strategi tersebut telah dilakukan bersama Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), serta sejumlah perwakilan rumah sakit.

Delapan Belas Rumah Sakit Jadi Proyek Percontohan

Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Kesehatan, PERSI, dan ARSSI telah memetakan rumah sakit yang berpotensi menjadi destinasi wisata kesehatan.

Sebanyak 18 rumah sakit yang terdiri atas 15 rumah sakit di wilayah Jabodetabek dan tiga rumah sakit di Bali ditetapkan sebagai proyek percontohan.

Beberapa rumah sakit yang masuk dalam program tersebut antara lain RS Pondok Indah, Hermina Kemayoran, BIMC Nusa Dua, Mayapada Lebak Bulus, Siloam Semanggi, RS Pondok Indah Bintaro, dan Siloam Karawaci.

Kedelapan belas rumah sakit itu juga akan dimasukkan ke dalam katalog wisata kesehatan yang disusun Kementerian Pariwisata dan ditargetkan rampung pada Oktober 2026 sebagai media promosi layanan wisata kesehatan Indonesia.

Setiap rumah sakit akan dipetakan mulai dari penyusunan profil layanan unggulan hingga estimasi paket wisata kesehatan.

Bangun Ekosistem Wisata Kesehatan Terintegrasi

Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan juga akan melakukan survei lapangan untuk menyusun parameter center of excellence yang menjadi keunggulan masing-masing rumah sakit.

Pengembangan wisata kesehatan tidak hanya berfokus pada fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun ekosistem yang terintegrasi dengan sektor perhotelan, biro perjalanan wisata, agen perjalanan, penyedia transportasi ramah pasien, serta perusahaan asuransi dalam dan luar negeri.

Rizki mengatakan, "Tahapan ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem wisata kesehatan yang terintegrasi melalui kolaborasi antara fasilitas pelayanan kesehatan, pelaku usaha pariwisata, dan berbagai pemangku kepentingan terkait."

Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Yanti Herman mengatakan rumah sakit yang menjadi proyek percontohan akan menjalani penilaian mandiri untuk mengukur kesiapan pengembangan layanan wisata medis.

Rumah sakit yang memenuhi kriteria dan berkomitmen mengembangkan wisata kesehatan akan memperoleh dukungan berupa promosi, pelatihan, pendampingan menuju standar pelayanan internasional, serta berbagai kemudahan fiskal maupun nonfiskal.

Penulis :
Ahmad Yusuf