
Pantau - Tim mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berhasil meraih peringkat keenam dunia (6th Place Overall) dalam ajang Earthquake Engineering Research Institute (EERI) Seismic Design Competition (SDC) 2026 yang berlangsung di Portland, Oregon, Amerika Serikat, pada 13–17 Juli 2026.
Tim UI menjadi satu-satunya wakil Indonesia sekaligus Asia Tenggara yang berhasil melaju hingga babak final dalam kompetisi yang diikuti oleh 47 tim dari berbagai universitas ternama dunia tersebut.
EERI Seismic Design Competition merupakan salah satu kompetisi paling bergengsi di dunia di bidang rekayasa struktur tahan gempa yang menantang peserta untuk merancang bangunan yang aman, efisien, inovatif, serta tangguh saat diuji melalui simulasi gempa riil.
Penilaian kompetisi mencakup kualitas desain struktur, proposal teknis, komunikasi teknis, serta performa fisik model bangunan saat diuji menggunakan meja simulasi gempa (shaking table).
Bifurca Tower Andalkan Teknologi NSFD
Dalam kompetisi tersebut, tim UI menghadirkan inovasi bernama Bifurca Tower yang merupakan rancangan gedung setinggi 20 lantai dengan geometri kompleks.
Konfigurasi bangunan terdiri atas dua massa bangunan yang terpisah pada lantai 1–7, menyatu pada lantai 7–11, kembali bergeser dan terpisah pada lantai 11–18, serta bergabung kembali pada lantai 18–20.
Konfigurasi tersebut menghadirkan tantangan struktur yang tinggi karena membutuhkan distribusi beban (load path) yang presisi, kekakuan struktur yang seimbang, serta daya redam guncangan yang optimal.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim UI menerapkan teknologi rekayasa Negative Stiffness Friction Damper (NSFD) yang mampu meningkatkan kemampuan bangunan dalam menyerap energi gempa, menekan simpangan antarlantai (interstory drift), serta tidak menambah beban massa bangunan secara signifikan.
Dari sisi arsitektur, Bifurca Tower mengusung konsep biophilic architecture yang memadukan inspirasi dari Rumah Adat Panjai milik Suku Dayak Iban dan Cedar Plank House dari kawasan Pacific Northwest, Amerika Utara.
Pendekatan Interdisipliner Berbuah Prestasi
Dosen pembimbing tim UI, Dr Ing Josia Irwan Rastandi dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UI, menjelaskan pendekatan interdisipliner yang diterapkan menghasilkan rancangan bangunan yang tangguh, fungsional, dan ramah lingkungan.
"Perpaduan teknologi rekayasa struktur mutakhir dengan inspirasi arsitektur tradisional mencerminkan semangat mahasiswa UI dalam menghadirkan solusi teknik yang unggul secara teknis sekaligus berakar pada nilai budaya dan keberlanjutan," ungkap Josia Irwan Rastandi.
Tim UI terdiri atas Michael Fernando Theng, Muhammad Thoriq Ramadhan, Ihksan Putra Jaya, M. Fadhil Al-Ghani, Rasya Khairani Santoso, dan Joey Paul Thobias Awuy dengan pendampingan Dr Ing Josia Irwan Rastandi sebagai dosen pembimbing.
Selain meraih peringkat keenam dunia, tim UI juga memperoleh peringkat keempat Proposal (4th Place Proposal), peringkat kelima Presentasi (5th Place Presentation), peringkat keenam Komunikasi (6th Place Communication), serta peringkat ketiga T-Shirt Design Competition.
"Kami sangat bersyukur dapat membawa nama Indonesia hingga enam besar dunia. Selama berbulan-bulan kami belajar tidak hanya merancang struktur yang kuat, tetapi juga pentingnya kolaborasi lintas disiplin dan komunikasi di bawah tekanan," ungkap Ketua Tim UI, Michael Fernando Theng.
- Penulis :
- Arian Mesa





