HOME  ⁄  Nasional

Sugiono Tekankan Inovasi ASEAN Plus Three agar Tetap Relevan Hadapi Tantangan Kawasan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Sugiono Tekankan Inovasi ASEAN Plus Three agar Tetap Relevan Hadapi Tantangan Kawasan
Foto: Menteri Luar Negeri Sugiono saat menyampaikan pernyataan Indonesia dalam Pertemuan Menlu ASEAN-Korea Selatan di Manila, Rabu 22/7/2026 (sumber: Kemlu RI)

Pantau - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan pentingnya inovasi berkelanjutan dalam kerja sama ASEAN Plus Three (APT) agar strategi kolaborasi tetap relevan menghadapi tantangan masa kini dan masa depan dalam Pertemuan ke-27 ASEAN Plus Three yang berlangsung di sela-sela Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke-59 di Filipina, Kamis, 23 Juli 2026.

Sugiono menyatakan ASEAN Plus Three telah menghasilkan berbagai langkah kerja sama yang konkret dan membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan terbesar di kawasan.

Ia mengungkapkan, "Berlanjutnya relevansi ASEAN Plus Three akan tergantung pada kemampuannya beradaptasi, berinovasi, dan mewujudkan hasil konkret. Oleh karena itu, inovasi harus menjadi inti dari usaha kita bersama."

Sugiono menilai kerja sama ASEAN Plus Three semakin penting karena "riak dari gejolak yang terjadi nun jauh di sana" telah berdampak terhadap kawasan.

Ia menjelaskan dampak tersebut antara lain terlihat pada gejolak pasar energi dan terganggunya rantai pasok.

Menurutnya, ASEAN Plus Three harus mampu mengejar sekaligus mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi saat ini maupun di masa mendatang.

Ketahanan Pangan dan Kerja Sama Keuangan

Sugiono menyoroti keberhasilan kerja sama ketahanan pangan ASEAN Plus Three yang selama ini diwujudkan melalui Cadangan Pangan Darurat.

Indonesia mendorong agar keberhasilan tersebut diperluas ke sektor lain, termasuk inovasi pertanian, penguatan rantai pasok pangan, serta diversifikasi cadangan pangan.

Dalam bidang kerja sama keuangan, Indonesia menyambut kemajuan multilateralisasi Inisiatif Chiang Mai yang mampu menghimpun dana hingga 240 miliar dolar Amerika Serikat sebagai jaring pengaman finansial kawasan.

Indonesia juga menyambut implementasi Fasilitas Pendanaan Kilat (Rapid Financing Facility/RFF) serta mendukung peta jalan struktur keuangan.

Sugiono mengatakan, "Reformasi semacam tersebut akan mempercepat akses pendanaan melalui Inisiatif Chiang Mai dan memastikan pemanfaatan efektif saat krisis."

Perkuat Peran ASEAN

Sugiono menyerukan agar seluruh kerja sama ASEAN Plus Three tetap mengacu pada prinsip-prinsip dalam Traktat Persahabatan dan Kerja Sama Asia Tenggara (Treaty of Amity and Cooperation/TAC) yang diwujudkan melalui Wawasan Indo-Pasifik ASEAN (ASEAN Outlook on the Indo-Pacific/AOIP).

Ia mengungkapkan, "Seiring dengan upaya ASEAN memajukan Visi Komunitas ASEAN 2045, ASEAN Plus Three juga memiliki peran penting dalam memperkuat kerja sama yang dipimpin ASEAN."

ASEAN Plus Three dibentuk pada 1997 sebagai wadah kerja sama antara negara-negara ASEAN dengan tiga mitra di Asia Timur, yakni China, Jepang, dan Korea Selatan.

Penulis :
Arian Mesa