
Pantau - Prajurit Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menggelar latihan khusus untuk mengasah kemampuan personel dalam melindungi presiden dari ancaman senjata fisik berupa bom maupun serangan drone di Markas Komando Paspampres, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).
Komandan Paspampres Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha menjelaskan latihan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap VVIP.
Latihan Ballistic Blanket dan Anti-Drone
Dalam latihan penggunaan Ballistic Blanket, para prajurit menguji perlengkapan pelindung antipeluru untuk menahan tembakan guna mendukung pelaksanaan tugas pengamanan VVIP.
"Pada latihan penggunaan Ballistic Blanket, para prajurit menguji perlengkapan khusus pelindung peluru dalam menahan tembakan guna mendukung pelaksanaan tugas Pengamanan VVIP," kata Edwin.
Selain itu, personel juga mengasah kemampuan menggunakan peralatan Anti-Drone untuk melumpuhkan pesawat nirawak yang berpotensi menyerang menggunakan ledakan maupun proyektil.
Bomb Blanket Jadi Perlindungan Terakhir VVIP
Dalam materi latihan Bomb Blanket, prajurit berlatih menggunakan perlengkapan khusus sebagai perlindungan terakhir bagi VVIP apabila terjadi ancaman ledakan.
"Sedangkan untuk materi Bomb Blanket, prajurit berlatih menggunakan perlengkapan tertentu sebagai pelindung terakhir bagi VVIP dengan menjadikan tubuh sendiri sebagai perisai hidup untuk meredam dampak ledakan," ujarnya.
Pada skenario tersebut, prajurit mempraktikkan penggunaan Bomb Blanket sambil menjadikan tubuh mereka sebagai perisai hidup untuk mengurangi dampak ledakan terhadap VVIP.
Seluruh rangkaian latihan berlangsung aman dan lancar sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
Paspampres memastikan latihan serupa akan dilaksanakan secara rutin untuk terus mengasah kemampuan personel dalam menghadapi berbagai potensi ancaman.
"Ini menjadi bukti kuatnya komitmen kami dalam menjalankan tugas negara," ujar Edwin.
- Penulis :
- Leon Weldrick





