
Pantau - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menegaskan partisipasi dan kontribusi perempuan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberlanjutan industri kelapa sawit melalui pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
BPDP Dukung Pengarusutamaan Gender di Industri Sawit
Direktur Utama BPDP Eddy Abdurrachman mengatakan keberlanjutan industri sawit tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi dan praktik pengelolaan lingkungan yang baik, tetapi juga oleh kesetaraan kesempatan bagi perempuan dan laki-laki.
“Tetapi juga ditentukan oleh terciptanya kesempatan yang setara bagi perempuan dan laki-laki untuk berpartisipasi, berkontribusi, serta memperoleh manfaat dari pembangunan sektor tersebut,” ungkap Eddy Abdurrachman.
Ia mengatakan BPDP mendukung peluncuran Pedoman Pengarusutamaan Gender (PUG) di Sektor Kelapa Sawit sebagai bentuk komitmen mendorong pembangunan industri sawit yang berkelanjutan, inklusif, dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Peluncuran pedoman tersebut ditandai dengan penyerahan Buku “Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit” oleh Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Amurwani Dwi Lestariningsih kepada perwakilan instansi pemerintah dan asosiasi industri sawit pada ajang Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 di Jakarta.
Pedoman Jadi Acuan bagi Pemangku Kepentingan
Eddy berharap pedoman tersebut dapat menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan dan program yang lebih inklusif sehingga pembangunan industri kelapa sawit mampu memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit disusun sebagai panduan praktis bagi pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan perspektif gender ke dalam seluruh rantai nilai industri kelapa sawit.
- Penulis :
- Aditya Yohan





