
Pantau - Warga RW 05 Kelurahan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, mengolah sampah botol plastik bekas menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi dengan memanfaatkan mesin Filamini dan printer tiga dimensi (3D).
Teknologi Daur Ulang Tingkatkan Nilai Sampah Plastik
Lurah Cempaka Putih Barat Ani Purnama mengatakan mesin Filamini dan printer 3D membantu warga mengolah sampah anorganik menjadi produk yang memiliki nilai jual.
“Mesin Filamini dan printer 3D sangat bermanfaat bagi warga untuk mengolah sampah anorganik menjadi barang bernilai ekonomis,” ungkap Ani Purnama.
Ia menjelaskan warga memanfaatkan peralatan tersebut untuk memproduksi berbagai kerajinan, seperti gantungan kunci, replika mainan, dan suvenir berbahan plastik daur ulang.
Proses pengolahan diawali dengan memilah, membersihkan, dan memotong botol plastik bekas menjadi lembaran tipis sebelum dimasukkan ke mesin Filamini untuk diolah menjadi gulungan filamen sebagai bahan baku printer 3D.
“Setelah bahan baku tersedia, printer 3D digunakan untuk membuat berbagai desain kerajinan tangan,” ujarnya.
Bantuan CSR Dukung Pengurangan Sampah Anorganik
Selain menghasilkan produk kerajinan, Kelurahan Cempaka Putih Barat juga menerima alat pres sampah plastik yang diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah anorganik di wilayah tersebut.
Ani menyebut mesin Filamini, printer 3D, dan alat pres sampah plastik merupakan bantuan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Universitas Mercu Buana yang diterima sekitar dua pekan lalu.
“Kami optimistis bantuan ketiga alat pengolahan plastik ini akan mempercepat proses pengurangan sampah anorganik di wilayah Cempaka Putih Barat,” kata Ani.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa sampah plastik masih memiliki nilai guna apabila dikelola dan didaur ulang secara tepat.
- Penulis :
- Aditya Yohan





