
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat memasifkan gerakan tanam mangrove untuk memperkuat perlindungan ekosistem pesisir, meningkatkan ketahanan lingkungan, serta mendukung ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026.
Mangrove Dinilai Strategis Hadapi Perubahan Iklim
Khofifah mengatakan, "Menjaga mangrove berarti menjaga garis pantai, melindungi keanekaragaman hayati, memperkuat ketahanan masyarakat pesisir, sekaligus mengamankan masa depan anak cucu kita. Karena itu, perlindungan mangrove harus menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan."
Ia menjelaskan mangrove memiliki peran penting dalam melindungi kawasan pesisir dari abrasi, gelombang tinggi, intrusi air laut, serta mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar.
Khofifah mengungkapkan, "Mangrove memiliki manfaat yang luar biasa. Kemampuan menyerap karbonnya sangat besar, bahkan dapat mencapai hingga lima kali lipat. Karena itu, keberadaan mangrove sangat penting dalam menghadapi pemanasan global dan perubahan iklim yang dampaknya semakin kita rasakan."
Selain berfungsi secara ekologis, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota perairan yang menopang mata pencaharian masyarakat pesisir.
Luas Mangrove Jawa Timur Terus Meningkat
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat luas kawasan mangrove meningkat dari 27.221 hektare pada 2021 menjadi 31.067 hektare pada 2025 atau setara 47,85 persen dari total kawasan mangrove di Pulau Jawa berdasarkan Peta Mangrove Nasional.
Khofifah mengatakan, "Capaian ini bukan sekadar angka. Ini merupakan hasil kerja kolaboratif pemerintah, masyarakat pesisir, akademisi, komunitas lingkungan, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan yang selama ini bersama-sama menanam, merawat, serta menjaga mangrove."
Ia menegaskan, "Menanam merupakan langkah awal. Setelah itu, mangrove harus dirawat, dijaga, dan dipastikan tumbuh dengan baik. Keberhasilan rehabilitasi tidak hanya dihitung dari berapa banyak bibit yang ditanam, tetapi seberapa banyak yang bertahan hidup dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat."
Khofifah juga mendorong pengembangan kawasan mangrove yang terintegrasi dengan edukasi, penelitian, ekowisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat agar pelestarian lingkungan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan warga pesisir.
- Penulis :
- Gerry Eka





