HOME  ⁄  Nasional

Mendagri Sebut Wisuda IPDN Jadi Momentum Regenerasi Aparatur Pemerintahan di Daerah

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Mendagri Sebut Wisuda IPDN Jadi Momentum Regenerasi Aparatur Pemerintahan di Daerah
Foto: Sebanyak 1.404 wisudawan mengikuti Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (27/7/2026).

Pantau - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan wisuda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menjadi momentum regenerasi kader aparatur penyelenggara pemerintahan yang akan mengisi kebutuhan aparatur sipil negara di berbagai daerah di Indonesia.

Lulusan IPDN Disiapkan Mengabdi di Seluruh Indonesia

Tito Karnavian mengatakan para lulusan IPDN akan menjalani pelantikan sebagai calon pegawai negeri sipil sebelum ditempatkan di berbagai wilayah sesuai kebutuhan pemerintah.

Ia mengungkapkan, "Setelah wisuda ini ya, wisuda yang keilmuannya menjadi sarjana. Kemudian nanti ada pelantikan mereka menjadi calon PNS. Dan nanti kalau sudah selesai pelantikan, mereka akan disebar ke berbagai daerah seluruh Indonesia."

Pada wisuda tahun ini, IPDN meluluskan 1.404 wisudawan yang terdiri atas 1.204 lulusan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, 73 lulusan Program Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, 45 lulusan Program Doktor Ilmu Pemerintahan, dan 82 lulusan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan.

Tito menjelaskan para lulusan tersebut merupakan hasil seleksi yang ketat setelah hampir 40 ribu orang mendaftar untuk mengikuti pendidikan di IPDN.

Ia mengatakan, "Mereka adalah orang-orang terpilih karena dulu waktu mendaftar kan 38.000 hampir 40.000, terpilih 1.200 ini. Dan kemudian dalam perjalanan ada yang juga tidak lulus karena di sini sangat ketat dan setelah perjalanan empat tahun mereka lulus."

Pendidikan IPDN Bentuk Kompetensi dan Karakter

Tito menyebut sistem pendidikan di IPDN tidak hanya memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga membentuk karakter, integritas, disiplin, nasionalisme, militansi, serta kesiapan fisik dan mental sebagai aparatur sipil negara.

Ia mengungkapkan, "Mereka kan bukan hanya belajar akademik, ilmu pemerintahan atau ilmu-ilmu yang lain, tapi juga mereka ini selama tiga tahun digojlok masalah kesemaptaan jasmaninya, kesehatannya, dengan mental ideologi, nasionalisme, integritas, militansi, disiplin, dan lain-lain."

Menurut Tito, pembekalan akademik dan pembentukan karakter tersebut diharapkan menjadi modal bagi lulusan IPDN dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara di berbagai daerah.

Penulis :
Gerry Eka