
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyatakan ancaman terorisme di Indonesia saat ini relatif terkendali, namun seluruh pihak diminta tetap meningkatkan kewaspadaan karena ancaman terus berkembang, terutama di ruang digital.
Djamari mengungkapkan, "Terorisme di Indonesia hari ini relatif terkendali. Hal ini terefleksi dalam keberhasilan Indonesia mempertahankan kondisi yang melandai, angka insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir."
Menurut Djamari, Global Terrorism Index 2026 mengategorikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat dampak sedang (medium impacted).
Ia menyebut Global Peace Index 2026 juga menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat perdamaian sedang (medium).
Capaian tersebut menunjukkan efektivitas upaya pencegahan dan penegakan hukum dalam menghadapi terorisme.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, akademisi, dan mitra internasional.
Kolaborasi dan Penguatan RAN PE
Djamari menilai capaian tersebut juga tidak terlepas dari keberlanjutan kebijakan melalui Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE).
Menurut Djamari, RAN PE merupakan bagian dari upaya negara menjalankan amanat konstitusi untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Ia menyambut baik inisiatif Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menyelenggarakan penguatan kolaborasi pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang RAN PE Tahun 2026–2029.
Menkopolkam menegaskan Indonesia terus berkomitmen menjadi mitra yang aktif dan konstruktif dalam menghadapi ancaman ekstremisme berbasis kekerasan yang bersifat lintas batas negara.
Pemerintah berharap praktik baik Indonesia dalam pencegahan dan penanggulangan terorisme dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya pencegahan global serta menjaga keamanan dan perdamaian internasional.
Ancaman Bergeser ke Ruang Digital
Meski mencatat berbagai capaian positif, Djamari mengingatkan seluruh pihak agar tidak berpuas diri.
Ia meminta kementerian dan lembaga terkait terus menjaga serta mempertahankan capaian yang telah diraih.
Djamari menegaskan, "Kewaspadaan perlu terus menjadi bagian perhatian kita."
Menurut Djamari, kewaspadaan tetap diperlukan karena penangkapan terduga teroris masih terjadi di Indonesia.
Ia juga mengingatkan bahwa penyebaran paham ekstremisme terus berlangsung dengan cara dan metode baru.
Djamari menjelaskan ancaman terorisme kini telah bertransformasi secara global seiring perkembangan teknologi dan internet.
Ia menyebut ruang digital disalahgunakan untuk penyebaran propaganda, rekrutmen anggota, dan pendanaan terorisme.
Djamari mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan masyarakat dalam memanfaatkan ruang digital.
Ia menegaskan, “Kita perlu mewaspadai tentang masyarakat kita dalam memanfaatkan ruang digital yang kita pahami sekarang ini.”
- Penulis :
- Shila Glorya



