HOME  ⁄  Nasional

UMI dan LAKK MUI Berkolaborasi Bangun Ekosistem Kesehatan Syariah Terintegrasi

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

UMI dan LAKK MUI Berkolaborasi Bangun Ekosistem Kesehatan Syariah Terintegrasi
Foto: Rektor UMI Prof Dr Hambali Thalib (sumber: UMI)

Pantau - Universitas Muslim Indonesia (UMI) bersama Lembaga Advokasi dan Koordinasi Kesehatan (LAKK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) berkolaborasi membangun ekosistem kesehatan syariah yang terintegrasi melalui pengembangan pendidikan, riset, inovasi, sertifikasi kompetensi, serta pelayanan kesehatan berbasis nilai-nilai Islam.

Kolaborasi Perkuat Pendidikan, Riset, dan Layanan Kesehatan

Rektor UMI Prof Hambali Thalib mengatakan kesehatan syariah merupakan ruang kolaborasi strategis yang mempertemukan ilmu pengetahuan, pelayanan kesehatan, dan nilai-nilai Islam.

Ia menjelaskan kolaborasi tersebut bertujuan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Kesehatan syariah harus menjadi kontribusi nyata Indonesia untuk umat. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk melahirkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan layanan kesehatan yang unggul, beretika, serta berorientasi pada kemaslahatan," ungkapnya.

Prof Hambali menambahkan, "Melalui kolaborasi dengan LAKK MUI, kami berharap UMI dapat mengambil peran strategis dalam menghadirkan ekosistem kesehatan syariah yang memberi manfaat, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia Islam."

Ia mengatakan penguatan kemitraan tersebut merupakan implementasi Catur Dharma UMI yang mengintegrasikan pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta komitmen Ke-UMI-an dan pendidikan karakter.

Menurutnya, integrasi tersebut menjadi fondasi pengembangan ilmu yang memberikan dampak bagi masyarakat.

Wakil Rektor V UMI Setyawati Yani menjelaskan salah satu agenda utama dalam kerja sama tersebut adalah pembentukan Pusat Studi Kesehatan Syariah UMI.

Pusat studi itu akan menjadi pusat pengembangan pendidikan, riset, pelatihan, inovasi, serta kolaborasi nasional di bidang kesehatan syariah.

"UMI telah mengembangkan berbagai kajian kesehatan Islam, termasuk Pengobatan Nabi (Thibbun Nabawi). Bersama LAKK MUI, kami ingin mengintegrasikan kekuatan akademik, riset, dan pengabdian dalam satu ekosistem yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

UMI Kembangkan Riset Kesehatan Syariah Sejak 2012

Dekan Fakultas Kedokteran UMI Dr dr Nasrudin mengatakan fondasi pengembangan kesehatan syariah di UMI telah dibangun sejak 2012 melalui berbagai riset Pengobatan Nabi (Thibbun Nabawi).

Penelitian tersebut meliputi pemanfaatan berbagai bahan alam, di antaranya minyak zaitun dan jintan hitam.

Ia menyebut hasil penelitian tersebut telah memperoleh pengakuan dalam berbagai forum ilmiah internasional di Abu Dhabi, Arab Saudi, dan Malaysia.

Penelitian itu juga mendapatkan apresiasi dari Federation of Islamic Medical Associations (FIMA).

Dr Nasrudin menjelaskan pengembangan kesehatan syariah di UMI diperkuat oleh keberadaan Academic Health Center (AHC) UMI.

AHC UMI mengintegrasikan Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Farmasi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, rumah sakit pendidikan, jejaring puluhan puskesmas mitra, serta wahana pendidikan klinik.

Ketua LAKK MUI Bayu Wahyudi menilai UMI memiliki kekuatan akademik dan ekosistem yang lengkap.

Menurut Bayu, kekuatan tersebut menjadikan UMI berpotensi menjadi salah satu pusat pengembangan kesehatan syariah di Indonesia.

Penulis :
Shila Glorya