
Pantau - Proyek Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia (PASTI) Papua melibatkan 19 agen perubahan lintas sektor untuk mengedukasi masyarakat dalam upaya mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan status gizi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Senior Program Manajer PASTI-Papua Julia Christine Sagala mengatakan 19 agen perubahan tersebut berasal dari tujuh kampung atau kelurahan yang menjadi wilayah pendampingan program.
Ia mengungkapkan, "Output dari pendampingan ini adalah meningkatkan kapasitas para agen perubahan terpilih agar mereka menjadi corong di masyarakat dalam pencegahan stunting."
Agen perubahan direkrut berdasarkan kemampuan komunikasi, pengaruh di lingkungan masyarakat, serta tidak memiliki catatan kriminalitas.
Para agen perubahan berasal dari berbagai latar belakang, seperti tenaga kesehatan, guru, aparatur pemerintah distrik, dan kader Posyandu.
Pelibatan lintas sektor dilakukan karena pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan.
Agen Perubahan Dibekali Pelatihan dan Pendampingan
Sebelum menjalankan tugas, para agen perubahan telah mengikuti pelatihan komunikasi antarpribadi untuk meningkatkan kemampuan memberikan penyuluhan, melakukan promosi kesehatan, serta melaksanakan advokasi di lingkungan masing-masing.
Pendampingan terhadap para agen dilakukan secara berkala setiap bulan dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Para agen juga dibekali berbagai alat bantu edukasi, seperti lembar balik penyuluhan dan poster promosi kesehatan.
Julia mengatakan, "Stunting bisa dicegah sejak dini, misalnya dengan membawa balita ke Posyandu."
Para agen perubahan diharapkan menyampaikan edukasi mengenai pencegahan stunting melalui berbagai ruang interaksi masyarakat, seperti Posyandu, sekolah, serta pertemuan keagamaan di gereja dan masjid.
Mereka juga akan memberikan informasi mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah bagi ibu hamil dan remaja putri sebagai bagian dari upaya meningkatkan status gizi masyarakat.
Jumlah Agen Perubahan Akan Ditambah
Julia mengatakan proses identifikasi dan perekrutan agen perubahan masih terus dilakukan.
PASTI Papua berencana menambah jumlah agen perubahan melalui pelatihan lanjutan pada Agustus 2026.
Ia mengatakan, "Kami tidak hanya mengidentifikasi, melatih dan mendampingi, tetapi juga ingin memberikan panggung bagi mereka untuk bersuara dan mempraktikkan kemampuan komunikasinya langsung di Posyandu atau wilayah masing-masing."
Julia berharap ke depan semakin banyak tokoh masyarakat, seperti tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh perempuan, yang terlibat dalam program tersebut karena memiliki pengaruh kuat dalam kehidupan masyarakat.
Proyek PASTI-Papua merupakan program yang bertujuan mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan status gizi di Kabupaten Nabire, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Mimika.
Program tersebut mendukung Kementerian Kesehatan, didanai oleh PT Freeport Indonesia, serta diimplementasikan oleh Wahana Visi Indonesia.
- Penulis :
- Shila Glorya



