
Pantau - Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai peringatan Presiden Prabowo Subianto mengenai berbagai persoalan multidimensional di Indonesia perlu segera ditindaklanjuti melalui langkah mitigasi untuk mencegah eskalasi krisis ekonomi, sosial, dan politik.
Bamsoet Soroti Perlunya Mitigasi Masalah Multidimensional
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengungkapkan masih banyak persoalan yang dihadapi Indonesia, mulai dari rendahnya gaji guru, terbatasnya lapangan kerja, hingga tingginya angka kemiskinan.
"Kita paham bahwa gaji guru-guru kita kurang; kita paham lapangan kerja kita kurang; kita paham masih banyak kemiskinan ekstrim. Kita paham, ini semua masalah kita. Justru ini yang kita dipilih, diberi mandat untuk diselesaikan," ujar Presiden Prabowo.
Menanggapi hal tersebut, Bamsoet menyatakan daftar persoalan tersebut perlu dilengkapi dengan tantangan lain seperti pelemahan ekonomi, menurunnya daya beli masyarakat, kebangkrutan sektor usaha termasuk UMKM, maraknya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta polarisasi sosial akibat residu politik.
Menurutnya, pemerintah juga perlu memperhatikan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana serta memastikan kebijakan yang diterapkan tidak menambah beban masyarakat.
Kebijakan Fiskal dan Stabilitas Nasional Jadi Sorotan
Bamsoet menilai perluasan objek pajak di tengah pelemahan kondisi ekonomi masyarakat berpotensi mempersempit ruang pertumbuhan aktivitas produktif dan memicu ketegangan antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
Ia juga menyoroti defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semester pertama 2026 yang mencapai Rp196,5 triliun serta mendorong pemerintah memprioritaskan upaya menutup kebocoran kekayaan negara.
"Dengan praktik-praktik under invoicing, pemalsuan laporan, praktik transfer pricing dan penyelundupan yang sesungguhnya tidak adil bagi bangsa kita," ujar Presiden Prabowo mengenai praktik yang dinilai menyebabkan kebocoran kekayaan negara.
Bamsoet mengatakan tekad Presiden tersebut perlu diwujudkan melalui langkah mitigasi oleh institusi negara yang berwenang guna memperkuat keseimbangan fiskal.
Ia juga menyampaikan para tokoh dan senior Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) memberikan perhatian terhadap potensi dampak krisis ekonomi terhadap stabilitas nasional dalam forum sarasehan bertema Mitigasi Krisis Ekonomi - Mencegah Potensi Instabilitas Politik di Jakarta.
Menurut Bamsoet, berbagai tantangan global seperti ketidakpastian geopolitik, gangguan rantai pasok, fluktuasi harga energi dan pangan, serta tekanan fiskal harus diantisipasi melalui kebijakan yang terukur agar tidak berkembang menjadi persoalan politik dan keamanan yang lebih luas.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



