
Pantau - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) menghadirkan Seto Mulyadi atau Kak Seto untuk memberikan motivasi dan membangkitkan harapan 37 anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas IIA Jakarta melalui kegiatan bertajuk "Kakak Bercerita Bersama Kak Seto".
Kak Seto menegaskan setiap anak memiliki keunikan dan potensi yang tidak boleh hilang meski memiliki latar belakang yang berbeda.
Ia mengungkapkan, "Semua anak itu unik, otentik, dan tidak terbandingkan. Semua anak hebat. Anak binaan tetap anak-anak Indonesia yang harus dihargai, dihormati, dan percaya diri menyongsong masa depannya."
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) itu mengaku terkesan dengan suasana pembinaan di LPKA Jakarta yang dinilainya ramah anak.
Ia mengatakan, "Saya melihat LPKA ini ramah anak. Dari wajah-wajah mereka tercermin bahwa mereka dibina, diberi motivasi, diberi semangat, dan diasuh dengan cara yang baik sehingga tetap memiliki rasa percaya diri. Itu terlihat ketika mereka bergerak, bernyanyi, dan bergembira bersama."
Dalam kegiatan tersebut, Kak Seto juga membagikan kisah perjalanan hidupnya yang penuh kegagalan sebelum meraih keberhasilan sebagai motivasi bagi anak binaan.
Ia mengungkapkan, "Bukan hanya berani sukses, tetapi anak-anak juga harus berani gagal untuk kemudian bangkit kembali menjadi lebih hebat di masa depan."
Ia juga berpesan, "Mereka (anak binaan) tetap memiliki masa depan. Semoga kelak mereka pulang dengan penuh rasa syukur karena telah dibina negara dengan baik dan mampu berkembang menjadi pribadi yang lebih baik."
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Daerah Khusus Jakarta Wachid Wibowo mengajak seluruh anak binaan memanfaatkan masa pembinaan untuk memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan.
Ia mengatakan, "Kemarin mungkin ada pelanggaran hukum yang menyebabkan anak-anak berada di sini. Hari ini mulailah bertobat, gunakan waktu selama menjalani pembinaan untuk merenung, belajar, dan memperbaiki diri."
Ia melanjutkan, "Kesempatan kalian masih panjang. Negara membutuhkan kalian, keluarga juga membutuhkan kalian."
Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta yang menegaskan setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan.
Pada kesempatan itu, anak binaan menerima donasi buku cerita dan sebuah komputer jinjing untuk mendukung proses pembelajaran di LPKA.
Juru Bicara Ditjenpas Rika Aprianti mengatakan, "Di balik tembok LPKA, masih ada mimpi yang terus dijaga, potensi yang terus dipupuk, dan masa depan yang layak diperjuangkan."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



