
Pantau - Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal mendorong percepatan pembebasan empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi bagian dari 17 awak Kapal MT Honour 25 setelah dibajak perompak di perairan Somalia pada April 2026 dengan memperkuat koordinasi bersama Kementerian Luar Negeri, TNI, dan instansi terkait.
DPR Usulkan Pembentukan Satuan Tugas
Syamsu Rizal mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan pihak terkait untuk menyusun langkah pembebasan empat WNI beserta sandera lainnya.
Ia mengungkapkan, "Kami berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta pihak-pihak terkait untuk menyusun perencanaan pembebasan empat sandera WNI dan sandera lainnya."
Menurutnya, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas Undang-Undang TNI mengatur tugas TNI dalam operasi militer selain perang, termasuk melindungi WNI di luar negeri.
Syamsu menyebut operasi militer dapat menjadi alternatif terakhir apabila seluruh upaya nonmiliter tidak membuahkan hasil.
Ia juga meminta atase pertahanan dan unsur intelijen di luar negeri dioptimalkan untuk memberikan masukan serta langkah terukur dalam proses penyelamatan dan pemulangan para sandera.
Negosiasi Terkendala dan Keluarga Harapkan Aksi Cepat
Syamsu menjelaskan salah satu kendala adalah belum adanya kepastian mengenai pihak yang dapat dihubungi untuk bernegosiasi berdasarkan laporan Atase Pertahanan Indonesia di Eropa.
Ia mengatakan lokasi penyanderaan terus berpindah sehingga sulit dipantau, sementara nilai tebusan yang diminta meningkat dari semula 2 juta dolar AS menjadi 5 juta dolar AS hingga terakhir mencapai 10 juta dolar AS.
Syamsu mengungkapkan, "Kami meminta TNI, Kementerian Luar Negeri, dan kementerian terkait membentuk satuan tugas agar upaya penyelamatan WNI di Somalia dapat dilakukan secara terukur."
Ia menambahkan telah memperlihatkan rekaman video kondisi para sandera dalam rapat bersama Kementerian Luar Negeri dan TNI guna memperkuat pembentukan task force.
Sementara itu, ayah Kapten MT Honour 25, Syamsuddin Ashari, meminta pemerintah segera menyelamatkan putranya beserta rekan-rekannya yang telah disandera selama sekitar tiga bulan.
Ia mengungkapkan, "Kami benar-benar tidak menerima kabar apa pun sehingga tidak mengetahui bagaimana kondisi mereka maupun perkembangan penanganan kasus ini. Informasi terakhir menyebutkan para awak sudah tidak berada di kapal, tetapi belum dapat dipastikan kebenarannya."
Empat WNI yang masih disandera adalah Kapten Ashari Samadikun asal Kabupaten Gowa, Adi Faizal asal Kabupaten Bulukumba, Wahudinanto asal Kabupaten Pemalang, dan Fiki Mutakin asal Kabupaten Bogor.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



