HOME  ⁄  Nasional

Gubernur NTB Mengajak Pelaku Usaha Mengembangkan Industri Garam untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Gubernur NTB Mengajak Pelaku Usaha Mengembangkan Industri Garam untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah
Foto: Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal memaparkan arah pembangunan ekonomi daerah dalam acara pelantikan dan pengukuhan KADIN NTB di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu 29/7/2026 (sumber: ANTARA/Sugiharto Purnama)

Pantau - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengajak pelaku usaha mengembangkan industri garam rakyat guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus KADIN NTB di Mataram, Rabu (29/7/2026).

Potensi Garam NTB Dinilai Belum Dimanfaatkan Maksimal

Iqbal mengatakan kualitas garam NTB sangat tinggi, namun hingga kini belum banyak investor yang tertarik mengembangkan komoditas tersebut.

Ia mengungkapkan, "NTB produksi garam dengan kandungan NhCl sangat tinggi 95 hingga 96 persen sama dengan di Australia, tapi tidak ada pengusaha yang melirik."

Menurut Iqbal, potensi garam di NTB belum dimanfaatkan secara optimal sehingga diperlukan investasi dari pelaku usaha agar komoditas tersebut memiliki nilai tambah yang lebih besar.

Ia menjelaskan selama ini industri garam lebih banyak dijalankan oleh petani dalam skala kecil sehingga belum banyak pebisnis yang masuk mengembangkan sektor tersebut.

Iqbal menegaskan, "Lahan garam yang ada saja sekarang sudah di atas 6.000 hektare. Saya tekankan agar KADIN mulai masuk ke sektor ketahanan pangan karena sektor ini sangat menjanjikan."

Pemerintah Provinsi NTB menyatakan siap memfasilitasi pelaku usaha yang ingin berinvestasi di sektor garam serta memberikan dukungan agar industri garam berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Berdasarkan kajian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), NTB menjadi calon lokasi sentra garam nasional yang didukung oleh ketersediaan lahan yang luas serta dukungan pemerintah daerah.

Pemerintah pusat juga tengah menjalankan program pembangunan sentra industri garam yang terintegrasi dari hulu hingga hilir sebagai salah satu upaya mewujudkan target swasembada garam industri di Indonesia.

KADIN Siap Promosikan Investasi Industri Garam NTB

Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie menilai industri garam NTB memiliki prospek yang menjanjikan karena kualitasnya mampu bersaing dengan negara lain.

Ia mengatakan, "Saya baru belajar kalau ternyata garam di NTB kadarnya tidak kalah dengan negara lain, seperti Australia. Ini menjadi daya tarik tersendiri untuk dikembangkan sebagai bagian dari agribisnis dan hilirisasi di NTB."

KADIN Indonesia menyatakan siap mendukung pengembangan potensi unggulan NTB melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, promosi peluang investasi kepada jaringan investor, serta promosi kepada puluhan duta besar yang selama ini menjalin komunikasi dengan KADIN Indonesia.

Menurut Anindya, sektor agribisnis, hilirisasi, pariwisata, dan energi terbarukan menjadi kekuatan utama NTB untuk menarik investasi baru serta menjaga pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Ia mengatakan, “NTB salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi terbesar dan inflasi juga hanya 5 persenan. Tentu buat kami ini punya daya tarik tersendiri.”

Penulis :
Arian Mesa