HOME  ⁄  Nasional

Pengembangan Padi Biofortifit Inpari Arumba di Nabire Didorong untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi Masyarakat

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pengembangan Padi Biofortifit Inpari Arumba di Nabire Didorong untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi Masyarakat
Foto: Bupati Nabire Mesak Magai saat melakukan panen perdana padi Biofortifit di Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat, Nabire, Rabu 29/7/2026 (sumber: ANTARA/Ali Nur Ichsan)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mengembangkan padi biofortifit sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui varietas padi yang kaya antioksidan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire Yasor Victor Sawo mengatakan pengembangan padi biofortifit merupakan bagian dari program peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat melalui penyediaan pangan bergizi.

Ia mengungkapkan, "Program ini kami wujudkan melalui penanaman demplot padi biofortifit seluas 5 hektare yang telah dilakukan pada 21 April 2026 dan sekarang sebagian memasuki masa panen."

Program tersebut didanai melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) dan dilaksanakan melalui pemberdayaan Kelompok Tani Cendrawasih di Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat.

Panen Perdana dan Potensi Produksi

Varietas yang dikembangkan adalah Inpari Arumba yang merupakan padi biofortifit rilisan Kementerian Pertanian dengan kandungan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan.

Yasor menjelaskan Inpari Arumba merupakan hasil persilangan padi merah dengan varietas Sintanur.

Varietas tersebut memiliki umur panen sekitar 113 hari serta aroma harum seperti pandan.

Ia mengatakan, "Nama Arumba berasal dari kata 'Arum' yang berarti wangi dan 'Abang' yang berarti merah, sehingga merupakan padi merah yang memiliki aroma harum."

Pengembangan Inpari Arumba menjadi yang pertama kali dilakukan di Kabupaten Nabire.

Berdasarkan deskripsi varietas, Inpari Arumba memiliki potensi produksi sekitar 6,1 ton gabah per hektare.

Panen perdana dilakukan pada lahan seluas dua hektare dengan hasil 4,48 ton gabah kering panen.

Produksi tersebut setara sekitar 2,5 ton beras per hektare.

Dari penanaman demplot seluas lima hektare diperkirakan akan dihasilkan sekitar 12,5 ton beras.

Yasor mengatakan hasil panen perdana belum mencapai potensi maksimal akibat terbatasnya pasokan air selama masa pertumbuhan tanaman.

Keterbatasan air terjadi karena saluran irigasi Kali Bumi sedang ditutup untuk proses rehabilitasi.

Ia mengatakan, "Meskipun hasilnya belum optimal karena kendala irigasi, panen perdana ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan padi biofortifit di Kabupaten Nabire."

Strategi Pembangunan Daerah

Bupati Nabire Mesak Magai mengatakan pengembangan sektor pertanian merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai potensi wilayah.

Mesak Magai menjelaskan pembangunan Kabupaten Nabire dibagi ke dalam tiga zona pengembangan yang meliputi kawasan pesisir dan kepulauan, kawasan perkotaan, serta kawasan pegunungan.

Pembagian zona dilakukan agar setiap wilayah memperoleh program pembangunan yang sesuai dengan potensi ekonominya.

Kawasan pesisir diarahkan untuk pengembangan sektor perikanan, kelautan, dan pariwisata.

Kawasan perkotaan difokuskan pada pengembangan pertanian, perikanan, dan perdagangan.

Wilayah pegunungan diarahkan pada pengembangan komoditas peternakan, kakao, dan kopi.

Mesak Magai mengatakan, “Dinas Ketahanan Pangan telah melakukan terobosan positif melalui pengembangan padi biofortifit yang diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan masyarakat.”

Penulis :
Leon Weldrick