HOME  ⁄  Nasional

Diplomasi Budaya Indonesia dan Maroko Diperkuat Lewat Malam Seni yang Tampilkan Kolaborasi Musisi Dua Negara

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Diplomasi Budaya Indonesia dan Maroko Diperkuat Lewat Malam Seni yang Tampilkan Kolaborasi Musisi Dua Negara
Foto: Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam malam seni yang digelar di Jakarta (sumber: Kementerian Kebudayaan)

Pantau - Kementerian Kebudayaan bersama Kedutaan Besar Kerajaan Maroko memperkuat diplomasi kebudayaan melalui penyelenggaraan Malam Seni Indonesia-Maroko sebagai wadah pertukaran pengetahuan, apresiasi, dan kreativitas antara kedua negara.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, “Diplomasi kebudayaan menjadi salah satu bentuk soft power yang paling efektif. Kebudayaan menciptakan ruang dialog ketika perbedaan hadir, membangun saling percaya, memperkuat hubungan antarmasyarakat serta membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, riset, industri budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif.”

Fadli Zon menegaskan Malam Seni Indonesia-Maroko merupakan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat diplomasi sekaligus menjadi media pertukaran budaya.

Ia menyampaikan hubungan Indonesia dan Maroko telah terjalin sejak berabad-abad lalu.

Menurutnya, pertukaran pengetahuan mengenai tradisi dan nilai-nilai budaya dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat persahabatan kedua negara.

Ia menambahkan acara tersebut juga diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai bidang.

Diplomasi Kebudayaan Perkuat Hubungan Indonesia dan Maroko

Fadli Zon menilai kolaborasi musik tradisional Indonesia dan Maroko membuktikan dua tradisi dari latar budaya berbeda dapat berpadu secara harmonis tanpa kehilangan identitas masing-masing.

Ia menyebut seni merupakan bahasa universal yang mampu melampaui batas negara dan budaya.

Menurutnya, seni juga dapat memperkuat dialog antarperadaban melalui perjumpaan antarmasyarakat.

Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Republik Indonesia, Redouane Houssaini, menyampaikan bahwa kebudayaan merupakan salah satu jembatan terkuat yang menghubungkan bangsa-bangsa.

Redouane mengatakan pertemuan musisi Indonesia dan Maroko dalam satu panggung mencerminkan semangat dialog, saling pengertian, dan persahabatan yang telah terjalin erat antara kedua negara.

Ia juga menilai musik memiliki kekuatan universal yang mampu melampaui perbedaan bahasa, batas geografis, dan latar budaya.

Redouane mengatakan, “Melalui pertunjukan budaya ini, kami berharap masyarakat Indonesia dapat mengenal sebagian dari jiwa dan warisan budaya Maroko, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan Maroko, khususnya di bidang seni dan kebudayaan.”

Pertunjukan Tampilkan Kekayaan Seni Dua Negara

Malam Seni Indonesia-Maroko menghadirkan berbagai pertunjukan yang merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia dan Maroko.

Acara dibuka dengan pembacaan puisi bertajuk "OlehTanjung" karya Taufiq Ismail oleh Peri Sandi Huizche.

Penampilan kemudian dilanjutkan oleh grup musik Muara yang mengangkat tradisi dan kearifan lokal Indonesia.

Grup Muara membawakan berbagai lagu tradisional dengan iringan alat musik khas Nusantara.

Alat musik yang ditampilkan meliputi Sape Dayak dari Kalimantan, Kendang Jaipong dari Sunda, Tambur Padang, dan Kong Ah Yan Betawi.

Setelah penampilan grup Muara, Melodies of Al-Andalus membawakan sejumlah repertoar musik tradisional Maroko.

Malam Seni Indonesia-Maroko ditutup dengan kolaborasi musisi Indonesia dan Maroko dalam satu panggung.

Penulis :
Leon Weldrick