
Pantau - Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN)/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan di Tanah Papua melalui peningkatan pendampingan kepada seluruh pemerintah daerah agar program pembangunan semakin selaras dengan Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua (RAPPP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dan prioritas pembangunan nasional.
Penegasan tersebut disampaikan Febrian dalam Dialog Strategis Wamen PPN/Wakil Kepala Bappenas bersama gubernur serta bupati dan wali kota se-Tanah Papua yang dipantau secara daring dari Jakarta pada Kamis.
Ia mengungkapkan, "Saya ingin menegaskan kembali komitmen Bappenas, yakni memberikan pendampingan secara lebih intensif kepada seluruh pemerintah daerah di Tanah Papua."
Bappenas Bentuk Tim Asistensi untuk Pemerintah Daerah
Selain meningkatkan pendampingan, Bappenas akan membentuk dan mengoptimalkan tim asistensi yang bekerja sama dengan pemerintah daerah di Tanah Papua.
Febrian menjelaskan bahwa tim asistensi tersebut tidak akan mengambil alih kewenangan pemerintah daerah, melainkan menjadi mitra dalam mengatasi berbagai kendala pelaksanaan program pembangunan.
Ia menegaskan, "Bukan untuk mengambil alih kewenangan daerah, melainkan menjadi mitra yang membantu mengurai berbagai kendala implementasi."
Tim asistensi diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan pembangunan, memperkuat kualitas perencanaan, serta memastikan berbagai peluang pendanaan dan dukungan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Bappenas juga akan terus memperkuat tata kelola implementasi RAPPP secara akuntabel agar seluruh pelaksanaan program pembangunan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Febrian menegaskan, "Kami semua memahami bahwa setiap rupiah dana pembangunan, termasuk dana otonomi khusus, adalah amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Karena itu, pelaksanaannya tentunya harus selaras dengan ketentuan yang berlaku."
Papua Dinilai Memiliki Potensi Besar Meski Masih Menghadapi Tantangan
Febrian menyampaikan bahwa Tanah Papua merupakan salah satu anugerah terbesar yang dimiliki Indonesia karena memiliki kekayaan alam yang melimpah, budaya yang luhur, serta masyarakat dengan semangat dan daya juang yang tinggi.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai tantangan pembangunan di Papua, seperti pasien yang harus menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh layanan kesehatan, anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan yang layak, serta kampung yang belum memiliki infrastruktur dasar yang memadai.
Menurut Febrian, pembangunan Papua tidak boleh hanya dipandang sebagai penyelesaian proyek, penyusunan anggaran, maupun pemenuhan indikator pembangunan.
Ia mengungkapkan, "Pembangunan adalah tentang bagaimana menghadirkan harapan, bagaimana memastikan setiap anak Papua memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi dan mewujudkan masa depannya."
Pemerintah menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan di Tanah Papua adalah menghadirkan harapan serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak Papua untuk meraih masa depan yang lebih baik.
- Penulis :
- Shila Glorya



