
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan Indonesia membutuhkan generasi muda yang mampu menghubungkan kompetensi yang dimiliki dengan kepentingan masyarakat dan pembangunan bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.
Yusril Dorong Generasi Muda Terus Beradaptasi
Yusril menyampaikan hal tersebut saat memberikan orasi ilmiah pada Wisuda XXXVII Universitas Bangka Belitung Tahun 2026 di Bangka Belitung.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan Artificial Intelligence (AI) menuntut generasi muda untuk terus memperbarui kompetensi serta mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.
Yusril menilai teknologi dapat mempercepat pekerjaan, tetapi tidak dapat menggantikan pertimbangan moral, tanggung jawab, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, literasi digital, integritas, kolaborasi, adaptasi, dan inovasi agar generasi muda mampu memilah informasi yang benar dan dapat dipercaya.
Wisuda Disebut Awal Tanggung Jawab sebagai Sarjana
Yusril mengingatkan momentum wisuda bukan akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal untuk menghadapi tantangan dan tanggung jawab di dunia nyata.
“Wisuda bukan garis akhir. Wisuda menandai berakhirnya satu tahap pendidikan dan dimulainya kewajiban untuk menjawab persoalan nyata sebagai seorang sarjana," ungkapnya.
Ia menegaskan gelar akademik merupakan amanah untuk berpikir dan bertanggung jawab, sedangkan ilmu harus digunakan demi memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Jangan batasi cita-cita karena asal daerah. Teruslah belajar sepanjang hayat dan jadikan ilmu yang dimiliki sebagai manfaat bagi masyarakat,” ucap Menko.
Yusril juga menekankan integritas sebagai fondasi kepemimpinan karena setiap keputusan membawa konsekuensi bagi diri sendiri, organisasi, dan masyarakat.
"Setiap keputusan membawa konsekuensi bagi diri sendiri, organisasi, dan masyarakat. Karena itu, ilmu harus digunakan secara bertanggung jawab dan menghormati nilai-nilai moral,” kata Yusril.
Sementara itu, Rektor Universitas Bangka Belitung Ibrahim mengajak para wisudawan untuk tidak mudah menyerah menghadapi tantangan, terus berkarya, serta tidak melupakan jasa dan pengorbanan orang tua yang telah mendukung proses pendidikan mereka.
- Penulis :
- Aditya Yohan



