
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Malang, Jawa Timur, harus dipastikan bebas dari aktivitas perundungan agar para pelajar dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan sekolah berasrama.
Khofifah mengungkapkan, "Masa pengenalan lingkungan sekolah tentu kami berharap tidak ada perundungan atau bullying, suasana itu perlu dibangun."
Menurut Khofifah, suasana yang harmonis dan kondusif akan membantu mempercepat proses adaptasi para pelajar terhadap lingkungan baru karena seluruh siswa dan siswi akan menjalani pendidikan dengan sistem sekolah berasrama.
Ia menegaskan bahwa MPLS juga harus memfokuskan kegiatan pada penguatan karakter, akhlak, dan kedisiplinan seluruh peserta didik agar Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Malang benar-benar mampu melahirkan generasi unggul yang memberikan dampak bagi kemajuan bangsa.
Khofifah juga berharap sekolah tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan harkat dan martabat pelajar yang berasal dari keluarga kategori desil 1 dan 2.
Ia mengungkapkan, "Kawan-kawan di dunia ini cara memutus mata rantai kemiskinan paling efektif, yakni melalui pendidikan."
Masa Pembiasaan Berlangsung 40 Hari
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Malang I, Warsito, menjelaskan bahwa MPLS akan dimaksimalkan untuk mengenalkan seluruh kegiatan dan lingkungan tempat belajar kepada para siswa.
Warsito mengatakan, "Jadi selama 40 hari anak-anak ini habitual atau untuk pembiasaan 40 hari dulu untuk siswa baru, mulai dari menata kasur, membersihkan, kemudian mencuci, dan pengenalan lainnya."
Selama masa pembiasaan tersebut, para siswa akan dilatih menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari secara mandiri, mulai dari menata kasur, membersihkan lingkungan, mencuci pakaian dan kebutuhan pribadi, hingga mengenal berbagai aspek kehidupan di lingkungan sekolah.
Setelah masa pembiasaan selesai, pihak sekolah akan memetakan bakat setiap pelajar menggunakan metode talent DNA sebagai salah satu acuan dalam penempatan peserta didik pada program ekstrakurikuler.
Ratusan Pelajar Mengikuti Pendidikan Terintegrasi
Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Malang menampung ratusan murid yang terdiri atas 59 pelajar tingkat SD, 118 pelajar tingkat SMP, dan 94 pelajar tingkat SMA.
Selain itu, terdapat 77 pelajar dari Sekolah Rakyat rintisan di Singosari yang sebelumnya berasal dari Lumajang dan Kediri dan kini menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Malang.
Warsito mengungkapkan, "Kemudian yang dari rintisan ada yang dari Lumajang terus Kediri, itu digabung dengan kami saat di sekolah rintisan, sekarang jadi satu di Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Malang."
Dari sisi kesehatan, seluruh pelajar dipastikan telah mendapatkan layanan cek kesehatan gratis (CKG) yang diberikan oleh Puskesmas Bantur.
Pihak sekolah berharap seluruh pelajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Malang mampu memberikan dampak positif bagi masa depan mereka serta memperoleh kehidupan yang lebih baik melalui pendidikan.
- Penulis :
- Shila Glorya



