HOME  ⁄  Nasional

BRIN Perkuat Riset Sungai Bawah Tanah di Kebumen untuk Dukung Ketahanan Air Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BRIN Perkuat Riset Sungai Bawah Tanah di Kebumen untuk Dukung Ketahanan Air Nasional
Foto: (Sumber :Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria meninjau lokasi riset sungai bawah tanah di Goa Barat, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Minggu (2/8/2026). ANTARA/HO-BRIN)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat riset ketahanan air melalui penelitian dan pengembangan teknologi sungai bawah tanah di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, sebagai tindak lanjut atas perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap penguatan ketahanan air nasional.

Fokus Penelitian Sungai Bawah Tanah

Kepala BRIN Arif Satria pada Minggu (2/8) mengunjungi Goa Barat di Kabupaten Kebumen untuk meninjau sumber air bersih yang dimanfaatkan masyarakat sekaligus melihat potensi pengembangan riset.

Arif mengungkapkan, "Ini adalah salah satu sumber air bersih bagi masyarakat setempat. Agenda riset yang saat ini kita lakukan adalah bagaimana bisa menelusuri alur sungai bawah tanah tersebut," ungkapnya.

BRIN memprioritaskan penelitian untuk memahami karakteristik sungai bawah tanah sebagai dasar pengembangan teknologi yang mendukung ketahanan air di Indonesia.

Selain memetakan aliran sungai bawah tanah, BRIN juga mengembangkan riset peningkatan kualitas air karena terdapat indikasi tingginya kandungan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada air sungai bawah tanah.

"Bagaimana kita bisa memecahkan masalah kualitas air, karena memang air yang ada di sungai bawah tanah disinyalir mengandung E. coli yang tinggi. Sehingga kita harus memberikan solusi bagaimana pengolahan air yang tepat agar masyarakat bisa memanfaatkan air dengan kualitas yang sangat baik," ujarnya.

Susun Agenda Riset Strategis

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Arif juga meninjau Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Karangsambung di Kebumen yang menjadi pusat riset geologi BRIN dan dilengkapi museum geologi, koleksi batuan, serta laboratorium penelitian.

Arif mengatakan dialog dengan para periset menjadi momentum untuk merumuskan agenda riset strategis di bidang geologi dan teknologi air.

"Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk merumuskan agenda riset kita ke depan di bidang geologi, arah riset di bidang teknologi air, yang menunjang ketahanan air kita ke depan," tuturnya.

Sebelumnya, BRIN telah memaparkan 13 teknologi ketahanan air kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas mengenai penanganan cuaca ekstrem dan penanggulangan bencana di Istana Negara pada 28 Juli 2026, dan teknologi tersebut mendapat perhatian sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan air nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf