
Pantau - Polda Jawa Timur mengerahkan 30 personel Search and Rescue (SAR) dari Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) beserta alat material khusus untuk mengevakuasi korban KMP Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan Sumenep, Madura, dengan fokus utama menyelamatkan seluruh penumpang dan kru kapal secepat mungkin.
Operasi Penyelamatan Difokuskan pada Evakuasi Korban
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan pengerahan personel dilakukan segera setelah pihaknya menerima laporan darurat mengenai kecelakaan laut tersebut.
"Langkah taktis ini diambil guna memastikan seluruh penumpang dan kru kapal dapat diselamatkan dengan cepat dan aman dari lokasi kejadian," ungkap Jules Abraham Abast.
Selain mengirim personel penyelamat, Polda Jawa Timur juga mengerahkan armada kapal patroli cepat, peralatan penyelaman, serta alat material khusus penanggulangan kecelakaan air untuk mendukung proses evakuasi di laut.
Peralatan yang disiagakan meliputi perahu karet bermesin untuk menjangkau lokasi evakuasi yang sempit, kantong jenazah, perlengkapan medis darurat, alat penerangan bawah air, peralatan deteksi sonar, serta perlengkapan selam lengkap bagi personel penyisir.
Berkoordinasi dengan Basarnas dan TNI AL
Prioritas operasi difokuskan pada penyisiran area di sekitar KMP Mutiara Sentosa 2 guna menyelamatkan penumpang yang masih bertahan di sekitar lokasi kejadian.
Korban yang berhasil ditemukan akan dievakuasi menuju posko kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan tersebut, Polda Jawa Timur berkoordinasi dengan Basarnas, bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut, serta melibatkan otoritas pelabuhan untuk memperlancar proses evakuasi dan penanganan korban.
Jules Abraham Abast menegaskan fokus utama saat ini adalah proses evakuasi korban.
"Saat ini kami fokus pada evakuasi korban. Kami mengimbau keluarga korban untuk tetap tenang dan memantau perkembangan informasi melalui posko resmi yang telah disediakan di pelabuhan terdekat," ujarnya.
- Penulis :
- Arian Mesa



