HOME  ⁄  Nasional

Lestari Moerdijat Dorong Distribusi Buku Disertai Gerakan Literasi untuk Tingkatkan Minat Baca

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Lestari Moerdijat Dorong Distribusi Buku Disertai Gerakan Literasi untuk Tingkatkan Minat Baca
Foto: (Sumber :Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan distribusi buku bacaan harus dibarengi gerakan penguatan literasi dan budaya baca agar mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia..)

Pantau - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pendistribusian buku bacaan harus dibarengi gerakan penguatan literasi dan budaya baca agar mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia serta mendorong peningkatan minat baca secara berkelanjutan.

Distribusi Buku Dinilai Belum Cukup Tingkatkan Literasi

Lestari Moerdijat mengatakan distribusi buku merupakan langkah awal yang penting untuk memperluas akses terhadap bahan bacaan bermutu, namun perlu disertai strategi yang masif untuk menumbuhkan budaya membaca.

“Distribusi buku adalah langkah awal yang penting untuk mengatasi salah satu problem utama literasi, yaitu rendahnya akses terhadap bahan bacaan bermutu. Namun, tanpa diikuti upaya peningkatan minat dan budaya baca, program ini dikhawatirkan tidak akan mencapai tujuan utamanya,” ungkap Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulis, Senin (3/8).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pendistribusian secara simbolis sebanyak 5,54 juta eksemplar buku bacaan ke 24.609 sekolah di seluruh Indonesia oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti pada akhir pekan lalu di Kudus, Jawa Tengah.

Kolaborasi Diperlukan Perkuat Budaya Membaca

Lestari mengungkapkan data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang dirilis Perpustakaan Nasional pada Maret 2026 menunjukkan skor nasional baru mencapai 40,6 dan masih berada dalam kategori rendah.

Ia juga menyoroti hasil Tes Kemampuan Akademik 2025 yang mencatat kemampuan pemahaman tekstual siswa sebesar 49,21 persen dan pemahaman inferensial 43,21 persen sebagai indikator fondasi literasi yang belum kuat.

Menurutnya, peningkatan literasi masih menghadapi berbagai tantangan seperti kesenjangan antardaerah, budaya lisan yang kuat, harga buku yang relatif mahal, serta minimnya dukungan lingkungan keluarga.

“Akses teknologi saja tidak cukup tanpa dibarengi peningkatan kemampuan literasi digital itu sendiri,” ujarnya.

Lestari mendorong sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pegiat literasi, dan masyarakat agar program peningkatan literasi berjalan secara berkelanjutan.

“Bangsa dengan aspek literasi rendah akan tertatih-tatih dalam bersaing di kancah global. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk bergerak bersama meningkatkan literasi setiap anak bangsa. Tidak ada kata instan, yang ada adalah kolaborasi yang berkelanjutan untuk mewujudkannya,” tuturnya.

Penulis :
Aditya Yohan