
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) melayani angkutan pupuk sebanyak 13.920 ton sepanjang Januari hingga Juli 2026 atau meningkat 2,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebagai upaya memperkuat rantai pasok pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Peningkatan angkutan juga terjadi secara bulanan dengan volume 1.800 ton pada Juli 2026 atau melonjak lima kali lipat dibandingkan Juli 2025 yang tercatat sebanyak 360 ton.
Distribusi Pupuk Dukung Produktivitas Pertanian
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan distribusi pupuk merupakan salah satu mata rantai penting dalam proses produksi pangan karena membantu petani menjaga produktivitas lahan dan merencanakan masa tanam.
“Perhatian masyarakat terhadap harga beras perlu dijawab melalui kerja yang terukur dari hulu hingga hilir. KAI mengambil peran pada sisi logistik dengan menjaga pelayanan angkutan pupuk agar rantai distribusi sarana pertanian berjalan lancar, aman, dan memiliki kepastian jadwal,” ungkap Anne.
KAI menyebut pemerintah pada 2026 mengalokasikan pupuk bersubsidi sebanyak 9,55 juta ton, dengan realisasi penyaluran hingga 25 Juni 2026 mencapai 54,28 persen.
Menurut Anne, kebijakan penyediaan pupuk perlu didukung sistem transportasi yang andal karena kereta api memiliki kapasitas angkut besar, jadwal terencana, serta mampu mengirim barang dalam jumlah massal secara konsisten.
“Sinergi pemerintah, BUMN, produsen pupuk, pelaku logistik, pemerintah daerah, dan kelompok tani diperlukan agar pupuk tersedia sesuai kebutuhan. KAI siap menjalankan tugas pada rantai logistik melalui pengelolaan perjalanan yang mengutamakan keselamatan dan keandalan,” ujarnya.
KAI Perkuat Peran dalam Rantai Pasok Pangan
KAI menilai angkutan pupuk menjadi bagian penting dalam ekosistem ketahanan pangan bersama kebijakan pemerintah yang mempercepat penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan serta bantuan pangan kepada masyarakat.
Anne menegaskan setiap distribusi pupuk yang dilakukan KAI memiliki peran strategis dalam mendukung keberlanjutan produksi pangan nasional.
“KAI memahami bahwa beras berada di meja makan jutaan keluarga setiap hari. Di balik proses tersebut terdapat petani yang menyiapkan lahan, pekerja yang menjaga produksi, dan banyak pihak yang memastikan distribusi berjalan. Setiap perjalanan pupuk yang KAI layani membawa tanggung jawab untuk mendukung keberlanjutan produksi pangan Indonesia,” tutup Anne.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



