HOME  ⁄  Ekonomi

Menko Pangan Tawarkan Peluang Investasi Lewat Program Strategis untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menko Pangan Tawarkan Peluang Investasi Lewat Program Strategis untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Foto: (Sumber :Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan sambutan saat menghadiri Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/8/2026). ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Pangan/aa.)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan peluang investasi kepada dunia usaha melalui sejumlah program strategis pemerintah guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ajakan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat menghadiri Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/8).

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun ekosistem pangan yang kuat dan berkelanjutan. Dunia usaha perlu menjadi mitra strategis dalam memperkuat rantai pasok, distribusi, pengolahan, hingga peningkatan nilai tambah sektor pangan dari hulu sampai hilir," kata Zulkifli Hasan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha diperlukan agar program strategis nasional tidak hanya menjadi kebijakan, tetapi juga mampu menciptakan peluang investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah sektor pangan.

Program Prioritas Buka Ruang Investasi

Zulkifli Hasan menyebut sejumlah program prioritas yang membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha, yaitu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Kawasan Nelayan Modern Terintegrasi (KNMP), serta Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

"KDMP disiapkan sebagai simpul ekonomi desa yang menghubungkan petani, koperasi, pelaku usaha lokal, dan pasar yang lebih luas," ujarnya.

Lebih dari 30.000 koperasi desa dan kelurahan telah terbentuk di berbagai wilayah Indonesia dan diproyeksikan menjadi pusat distribusi pangan, penyerapan hasil produksi, serta penggerak ekonomi masyarakat.

Pemerintah menargetkan pembangunan 35.872 gedung KDMP rampung pada Agustus 2026 dan mulai beroperasi pada September 2026 untuk mendukung distribusi pangan, penyerapan hasil pertanian dan perikanan, serta penyaluran berbagai bantuan pemerintah.

KNMP dan PSEL Jadi Fokus Pengembangan

Di sektor kelautan, pemerintah mengembangkan KNMP di sejumlah wilayah pesisir dengan pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Program tersebut membuka peluang investasi pada pembangunan cold storage, logistik, pengolahan hasil laut, hingga pemasaran produk perikanan agar nelayan memperoleh nilai tambah yang lebih tinggi.

Pemerintah menargetkan pembangunan 1.386 KNMP pada 2026, dengan 65 kawasan tahap pertama telah rampung pada April 2026 di berbagai wilayah pesisir Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat pembangunan 33 fasilitas PSEL sebagai solusi pengelolaan sampah sekaligus penyedia energi alternatif berkelanjutan dengan target mampu mengurangi timbulan sampah hingga 33.000 ton per hari pada 2029.

"Pemerintah berharap sinergi dengan dunia usaha semakin kuat, sehingga program strategis nasional tidak hanya berjalan sebagai kebijakan, tetapi menjadi peluang investasi, penciptaan lapangan kerja, dan penggerak ekonomi nasional," ungkap Zulkifli Hasan.

Penulis :
Ahmad Yusuf