
Pantau - Sekretariat Jenderal (Setjen) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menyiapkan 50 soal tes tertulis untuk perlombaan cerdas cermat Empat Pilar MPR Tahun 2026 di wilayah Papua Pegunungan yang diikuti lima sekolah asal Kabupaten Jayawijaya, dengan pemenang akan mewakili daerah tersebut ke tingkat nasional di Jakarta.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI, Wachid Nugroho, dalam keterangan tertulis di Wamena, Rabu (5/8/2026).
Pelaksanaan Lomba Menggunakan Tes Tertulis
Sebanyak 50 soal wajib dikerjakan seluruh peserta dalam waktu 45 menit.
Arahan mengenai mekanisme lomba tersebut disampaikan Wachid Nugroho secara dalam jaringan (daring) kepada para peserta lomba cerdas cermat Empat Pilar MPR Papua Pegunungan.
Ia mengungkapkan, “Lomba cerdas cermat empat pilar MPR di Papua Pegunungan dilakukan dengan sistem tertulis dengan durasi waktu 45 menit. Kami berharap peserta dapat mengisinya dengan baik sehingga dapat menjadi pemenang.”
Menurut Wachid Nugroho, pelaksanaan lomba di Papua Pegunungan sejak awal memang didesain berbeda dibandingkan penyelenggaraan di provinsi lain di Indonesia.
Ia mengungkapkan, “Cerdas cermat empat pilar MPR didesain sejak awal tidak sama dengan provinsi-provinsi lainnya di Indonesia, mudah-mudahan tahun depan kami bisa menyelenggarakan lombanya seperti di daerah lain.”
Setjen MPR RI Targetkan Sistem Digital Diterapkan Tahun Depan
Wachid Nugroho menjelaskan bahwa secara umum lomba cerdas cermat Empat Pilar MPR menggunakan sistem digital yang terintegrasi, mulai dari registrasi daring, perangkat penilaian elektronik, hingga sistem monitoring rekaman ulang.
Namun, sistem digital tersebut belum diterapkan pada pelaksanaan lomba di Papua Pegunungan karena satu dan lain hal.
Ia mengungkapkan, “Sistem digital ini kami tidak melakukan dalam lomba cerdas cermat empat pilar MPR di wilayah Papua Pegunungan karena satu dan lain hal. Tapi kami akan mengupayakan sistem digital dapat diterapkan tahun depan.”
Pada penyelenggaraan tahun 2026 di Papua Pegunungan, lima sekolah dari Kabupaten Jayawijaya mengikuti perlombaan dengan penentuan pemenang berdasarkan nilai tertinggi, sedangkan waktu penyelesaian tercepat menjadi penentu apabila terjadi persaingan nilai.
Wachid Nugroho mengatakan, “Dari lima sekolah ini yang keluar sebagai pemenang dengan nilai tertinggi, waktu tercepat akan keluar sebagai pemenang dan langsung melanjutkan ke tahapan lomba tingkat nasional di Jakarta mulai 23-28 Agustus 2026.”
Sekolah yang menjadi juara dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada 19 Agustus 2026 untuk mengikuti rangkaian lomba tingkat nasional yang berlangsung pada 23–28 Agustus 2026.
Sebelum keberangkatan, Setjen MPR RI akan memberikan bimbingan khusus kepada sekolah dan para peserta dari Papua Pegunungan agar siap bersaing dengan peserta dari 37 provinsi lain di Indonesia.
Wachid Nugroho mengungkapkan, “Nanti kami dari Setjen MPR RI akan memberikan bimbingan khusus kepada sekolah dan adik-adik dari Papua Pegunungan sebelum ke Jakarta untuk dapat bersaing dengan peserta dari 37 provinsi lain di Indonesia.”
- Penulis :
- Shila Glorya



