HOME  ⁄  Nasional

Bappenas Melepas 145 Karyasiswa Penerima Beasiswa 2026 untuk Perkuat Kapasitas Perencana Pembangunan Nasional

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Bappenas Melepas 145 Karyasiswa Penerima Beasiswa 2026 untuk Perkuat Kapasitas Perencana Pembangunan Nasional
Foto: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy melepas 145 karyasiswa penerima beasiswa tahun 2026 di Jakarta, Selasa 28/7/2026 (sumber: Bappenas)

Pantau - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy melepas 145 karyasiswa penerima beasiswa tahun 2026 dalam Ministerial Lecture Karyasiswa Penerima Beasiswa Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas perencana pembangunan nasional di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Rachmat Pambudy menegaskan pendidikan dan pelatihan menjadi faktor penting dalam pembangunan bangsa.

Ia mengungkapkan, "Kita tidak bisa lepas dari pendidikan dan pelatihan. Kenapa bangsa dan negara bisa maju dan kenapa banyak negara juga yang mengalami kemunduran? Salah satunya adalah persoalan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia."

Bappenas Perkuat Kapasitas SDM Perencana

Bappenas menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem perencanaan pembangunan nasional melalui pengembangan sumber daya manusia.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Perencanaan Pembangunan (Pusbindiklatren) Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan seleksi beasiswa pendidikan yang diikuti peserta dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Hasil seleksi menetapkan sebanyak 145 karyasiswa sebagai penerima beasiswa tahun 2026.

Rincian penerima beasiswa terdiri atas 49 peserta internal Kementerian PPN/Bappenas melalui beasiswa internal BEST, 35 peserta melalui Beasiswa Afirmasi, 52 peserta melalui Beasiswa Cost Sharing, lima peserta melalui Australia Awards, serta dua peserta melalui beasiswa universitas di Singapura.

Acara pelepasan menjadi ajang pembekalan dan orientasi bagi seluruh karyasiswa terpilih.

Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi antara karyasiswa dengan mitra pendidikan sekaligus memperkuat sense of belonging seluruh peserta.

Pendidikan Dinilai Menjadi Instrumen Strategis

Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Teni Widuriyanti menegaskan komitmen Bappenas dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Ia mengatakan, "Kementerian PPN/Bappenas berupaya hadir untuk mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan yang sesuai. Kami yakin ini menjadi sangat penting untuk menghasilkan kebijakan yang berkualitas dan dapat diimplementasikan di masyarakat."

Teni Widuriyanti menjelaskan Bappenas membutuhkan perencana pembangunan yang kompeten dan adaptif untuk mendukung penyusunan arah kebijakan pembangunan nasional jangka pendek, menengah, dan panjang.

Menurut Bappenas, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan instrumen strategis untuk menjaga mutu kebijakan, memperkuat integrasi perencanaan lintas sektor, serta menjamin keberlanjutan agenda pembangunan nasional.

Rachmat Pambudy kembali menekankan pentingnya pendidikan dalam mengurangi kesenjangan.

Ia mengungkapkan, “Kesenjangan pertama adalah kesenjangan karena pendidikan. Pendidikan yang mengubah pengetahuan, pendidikan yang mengubah keterampilan, pendidikan yang mengubah sikap. Pada ujungnya, perilaku yang berbuah dan berhasil adalah contoh nyata hasil pendidikan kita.”

Penulis :
Shila Glorya