
Pantau - Prof Ali Saukah menyatakan konsep literasi perlu berkembang dari sekadar kemampuan membaca dan menulis teks menjadi literasi multimodal agar masyarakat mampu memahami, mengolah, serta mengevaluasi informasi yang disajikan dalam berbagai bentuk di era digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Perubahan tersebut dinilai terjadi karena masyarakat kini tidak lagi hanya mengandalkan buku sebagai sumber informasi, tetapi juga memanfaatkan video, infografik, grafik, animasi, media sosial, hingga aplikasi AI untuk memperoleh pengetahuan.
Prof Ali Saukah menjelaskan tantangan utama saat ini bukan lagi kekurangan informasi, melainkan kemampuan menilai keakuratan, kredibilitas, dan relevansi informasi yang diperoleh, termasuk konten yang dihasilkan AI.
Menurutnya, konsep literasi tradisional tetap menjadi fondasi pendidikan, namun sudah tidak lagi memadai untuk menghadapi perubahan cara manusia memperoleh, mengolah, dan menyampaikan informasi.
Ia menjelaskan istilah literasi multimodal merujuk pada kemampuan memahami berbagai moda komunikasi seperti teks, gambar, grafik, video, animasi, maupun bentuk visual lainnya yang kini banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Prof Ali Saukah menilai berbagai platform digital telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi karena sebuah berita, presentasi, maupun percakapan di media sosial umumnya memadukan tulisan dengan foto, video, grafik, tautan, hingga emoji.
Kondisi tersebut membuat kemampuan membaca tidak lagi hanya dimaknai sebagai memahami teks tertulis, tetapi juga mencakup kemampuan menafsirkan pesan yang disampaikan melalui berbagai bentuk visual dan media digital.
Sebagai telaah, pandangan tersebut menekankan pentingnya penguatan literasi multimodal agar masyarakat mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan pemanfaatan AI secara kritis.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



