HOME  ⁄  Nasional

Kemdiktisaintek Hadirkan Kategori Mahasiswa Disabilitas Berprestasi di Pilmapres Nasional 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemdiktisaintek Hadirkan Kategori Mahasiswa Disabilitas Berprestasi di Pilmapres Nasional 2026
Foto: (Sumber :Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Nasional Tahun 2026 di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, Banten pada Selasa (4/8/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek.)

Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk pertama kalinya menghadirkan kategori Mahasiswa Disabilitas Berprestasi dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Nasional 2026 sebagai upaya memperkuat pendidikan yang inklusif.

Program tersebut diumumkan Kemdiktisaintek dalam pelaksanaan Pilmapres Nasional 2026 yang berlangsung pada 4–8 Agustus 2026.

“Pilmapres tahun ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya menghadirkan kategori Mahasiswa Disabilitas Berprestasi. Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang setara untuk menunjukkan potensi terbaiknya,” ungkap Koordinator Kemahasiswaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek Sukino.

Sukino menjelaskan Pilmapres merupakan salah satu instrumen penting dalam pembinaan talenta mahasiswa Indonesia yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga membangun kepemimpinan, kreativitas, integritas, kemampuan berpikir inovatif, serta kontribusi kepada masyarakat.

“Prestasi tidak dibatasi oleh kondisi, melainkan ditentukan oleh semangat, dedikasi, kreativitas, dan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat. Melalui Pilmapres, kami berharap lahir pemimpin-pemimpin muda yang mampu membawa perubahan positif bagi Indonesia,” ujarnya.

Pilmapres Nasional 2026 diikuti 54 finalis dari 31 perguruan tinggi yang terdiri atas 19 mahasiswa program sarjana, 19 mahasiswa program diploma, dan 16 peserta kategori Mahasiswa Disabilitas Berprestasi.

Para finalis menjalani seleksi yang telah berlangsung secara berjenjang mulai dari tingkat perguruan tinggi, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), hingga seleksi awal nasional.

Program sarjana dinilai melalui capaian unggulan, gagasan kreatif, presentasi, wawancara, dan kemampuan berbahasa Inggris.

Program diploma dinilai melalui presentasi produk inovatif, capaian unggulan, serta kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris.

Sementara itu, kategori Mahasiswa Disabilitas Berprestasi dinilai berdasarkan capaian unggulan, gagasan kreatif atau inovasi, presentasi, dan wawancara yang disesuaikan dengan karakteristik kompetisi.

Melalui rangkaian penilaian tersebut, Kemdiktisaintek berharap para finalis mampu menunjukkan kepemimpinan, inovasi, kemampuan komunikasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan